Waspada, Kawasan Gunung Salak Dilanda Longsor

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 26 September 2020 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 525 2284310 waspada-kawasan-gunung-salak-dilanda-longsor-hPU1P3WSPp.jpg Gunung Salak dilanda longsor (Foto : BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi adanya longsor di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat. Longsor diduga dipicu karena hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur daerah Gunung Salak pada Senin, 21 September 2020.

Berdasarkan laporan dari Resort PTNW Gunung Salak 1 pada Kamis, 24 September 2020, sempat terjadi longsoran di bibir Sungai Cikedung akibat curah hujan yang tinggi. Longsoran itu terpantau dari pos pemantauan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Identifikasi lapangan hingga jalur Sungai Cikedung dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon).Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (26/9/2020).

Raditya menyatakan bahwa ada beberapa catatan terkait dengan kerusakan yang teridentifikasi akibat longsor tersebut. Salah satunya yakni, tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji dan longsor di tiga wilayah yang menimpa rumah warga, musola dan jembatan penghubung Palalangan dan Loji.

"Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3 menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras pada Senin lalu," ucapnya.

Baca Juga : Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, 32 Paket Sabu Disita

Berdasarkan laporan pemantauan tim Resort Salak-1 dan PSSEJ, pihaknya tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. Dari laporan tersebut, Raditya menyimpulkan bahwa longsor diakibatkan murni karena fenomena alam.

"Bencana longsor akibat fenomena alam, kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian, tinggi air sungai di hulu atau puncak Gunung Salak 3 cukup tinggi. Sehingga, air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat. Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem.

Menyikapi laporan tersebut, Kepala BNPB, Doni Monardo meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan agar berhati-hati.

Dalam laporan yang diterima BNPB, Danramil Cijeruk dan Babinsa wilayah setempat melakukan pengecekan ke lokasi. Masyarakat pun diimbau agar selalu siaga mengingat Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca, khususnya pada 26 dan 27 September 2020.

"Prakiraan BMKG menyebutkan wilayah Jawa Barat termasuk salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat yang diikuti dengan petir/kilat dan angin kencang, sedangkan pada 28 September 2020, potensi hujan masih dapat terjadi dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini