Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini, Bisa Deteksi Terjadinya Gempa Besar

Kuntadi , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |00:07 WIB
UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini, Bisa Deteksi Terjadinya Gempa Besar
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

YOGYAKARTA – Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem peringatan dini gempa bumi. Sistem tersebut diklaim mampu memprediksikan satu hingga tiga hari sebelum terjadinya gempa. Bahkan, jika potensi gempa cukup kuat, akan diketahui dua pekan kejadian.

“Dari EWS (early warning system) gempa alogaritma yang kami kembangkan bisa tahu satu sampai tiga hari sebelum gempa. Jika gempa besar di atas magnitude 6, sekitar dua minggu sebelumnya alat ini sudah mulai memberikan peringatan,” kata, Ketua Tim riset Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM Sunarno, Minggu (27/9/2020).

Sistem itu bekerja berdasarkan perbedaan konsentrasi gas radon dan level air tanah yang merupakan anomali alam sebelum terjadinya gempa bumi. Apabila akan terjadi gempa di lempengan, akan muncul fenomena paparan gas radon alam dari tanah meningkat secara signifikan. Begitu juga dengan permukaan air tanah naik turun secara signifikan.

Sistem ini mengambangkan dari alat EWS yang tersusun dari detektor perubahan level air tanah dan gas radon, pengkondisi sinyal, kontroler, penyimpan data, sumber daya listrik. Sistem ini juga memanfaatkan teknologi internet of thing (IoT) didalamnya.

“Dua informasi akan dideteksi oleh alat EWS dan mengirim informasi ke handphone. Selama ini informasi sudah bisa didapat 2 atau 3 hari sebelum terjadi gempa di antara Aceh hingga NTT,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement