Sering Jadi Sasaran Roket, AS Ancam Tutup Kedutaannya di Baghdad

Agregasi VOA, · Senin 28 September 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 18 2285143 sering-jadi-sasaran-roket-as-ancam-tutup-kedutaannya-di-baghdad-HjUNrdcmv8.jpg Foto: Google.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menutup kedutaan besarnya di Baghdad yang sering menjadi sasaran tembakan roket. Hal itu disampaikan di tengah rasa frustasi Washington atas berbagai serangan yang dilancarkan milisi Syiah.

Diwartakan VOA, para pejabat AS pada Minggu (28/9/2020) mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memperingatkan pemimpin Irak bahwa kedutaan di Baghdad akan ditutup kecuali Irak berupaya menghentikan berbagai serangan terhadap militer dan fasilitas-fasilitas diplomatik AS.

BACA JUGA: 3 Roket Hantam Kedutaan Besar AS di Irak

Pompeo belum membahas masalah itu secara terbuka, tetapi Departemen Luar Negeri pada Minggu menyatakan “berbagai kelompok dukungan Iran yang meluncurkan roket-roket ke kedutaan kami membahayakan bukan hanya AS, tetapi juga Pemerintah Irak.”

AS sebelumnya telah meminta Irak agar bertindak, dengan menyatakan pada Januari lalu bahwa Irak memiliki kewajiban untuk melindungi fasilitas-fasilitas diplomatik AS di negara itu.

Pesan itu muncul beberapa pekan setelah militer AS menanggapi serangkaian serangan terhadap personel AS di Irak dengan serangan udara yang menewaskan jenderal senior Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi senior Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, di luar bandara Baghdad.

BACA JUGA: Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di Baghdad Tuntut Pasukan AS Tinggalkan Irak

Serangan itu memicu serangkaian protes di Irak, dengan demonstran dan beberapa anggota parlemen Irak, berkeberatan atas tindakan AS yang disebut sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan meminta pemerintah agar mengusir pasukan AS.

Pasukan AS di Irak bertugas sebagai penasihat dan membantu pasukan Irak dalam misi mereka memerangi militan ISIS. Pentagon sebelumnya bulan ini menyatakan tentara AS di sana akan dikurangi dari 5.200 menjadi 3.000.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini