Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dijaga Ketat, Djoko Tjandra hingga Brigjen Prasetijo Tiba di Kejari Jaktim

Okto Rizki Alpino , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |13:00 WIB
Dijaga Ketat, Djoko Tjandra hingga Brigjen Prasetijo Tiba di Kejari Jaktim
Foto; Sindonews
A
A
A

JAKARTA - Terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Djoko Tjandra tiba bersama 2 tersangka lainnya yakni Brigjen Prasetijo dan Anita Kolapaking dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.

(Baca juga: Berseragam Bintang Dua di Pundak, Irjen Napoleon Hadiri Praperadilan di PN Jaksel)

Pantauan MNC Media di lokasi, Senin (28/9), ketiganya tiba pada pukul 11.45 WIB. Sejumlah berkas juga dibawa petugas ke Kejari Jaktim. Dengan menggunakan pakaian oranye Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking memasuki gedung Kejari Jakarta Timur. Sementara, Brigjen Prasetijo luput dari pantauan awak media.

(Baca juga: Djoko Tjandra hingga Brigjen Prasetijo Resmi Diserahkan ke Kejari Jaktim)

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Yudi Kristiana mengatakan, agenda hari adalah penyerahan tersangka dan barang bukti. "Iya mas betul hari penyerahan tersangka dan barang bukti," kata Yudi saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (28/9/2020).

Dalam kasus dugaan pemalsuan surat jalan, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking sebagai tersangka.

Dalam perkara pemalsuan surat jalan, Djoko Tjandra disangka melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedangkan, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Sementara Anita Kolopaking dijerat dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

Bareskrim Polri sendiri menetapkan Djoko Tjandra dalam dua perkara yang berbeda yakni, kasus dugaan pemalsuan surat jalan dan dugaan suap penghapusan Red Notice.

Dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice, Bareskrim juga menetapkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai pemberi suap. Sedangkan tersangka yang disangka menerima suap adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement