PEKANBARU - Anggota TNI AD Amri Umar Tanjung memiliki pengalaman saat meredam emosi warga yang salah satu warga disebut tertular corona.
Anggota TNI AD dari Kodim Batam, Kepulauan Riau mengisahkan bahwa pada 21 Agustus 2020 lalu pagi puluhan warga melakukan aksi demo di salah satu rumah sakit di Kampung Seraya Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.
Warga protes karena salah satu warga meninggal dunia dituding meninggal karena penyakit Covid-19. Padahal hasil diagnosa sebelumnya pasien meninggal bukan karena penyakit corona.
Pihak keluarga dan warga Batu Merah Kecamatan pun bersekaras akan menjemput pasien yang meninggal. Namun pihak rumah sakit tidak mengizinkan karena menurut hasil tes, pasien meninggal karena corona.
Perdebatan antara keluarga pasien, puluhan warga dengan pihak rumah sakit pun terus berlangsung. Sejumlah anggota polisi datang ke lokasi untuk menenangkan warga. Namun kedatangan anggota polisi belum berhasil meredam emosi pihak keluarga dan warga.
Keluarga pasien bersikukuh kalau keluarganya meninggal bukan karena Covid dan ingin mengembumikan secara normal.
Sersan Satu Amri Umar Tanjung yang berdinas sebagai anggota Babinsa (Bintara Pembina Desa) Batu Merah yang mendapat kabar pada sore hari langsung menuju lokasi. Dia pun langsung bergabung dengan anggota ke polisian untuk menenangkan massa.
Diapun menyakan duduk persoalannya dan berdialog dengan warga dan keluarga pasien. Wargapun akhirnya 'luluh' setelah menerima saran dari anggota Kodim Batam itu.
"Kita jelaskan bahwa warga harus percaya juga sama dokter. Mereka yang lebih tau mengenai penyakit. Setelah dijelaskan mereka luluh," ucap Amri Umar Tanjung mantan petinju ini kepada Okezone Sabtu (3/10/2020).
Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya jenazah dibawa dengan menggunakan peti dengan protokol kesehatan.