Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Batik Indonesia Tampil Menawan Runway Milan Fashion Week

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2020 |11:15 WIB
Batik Indonesia Tampil Menawan <i>Runway Milan Fashion Week</i>
Maquin Couture pamerkan koleksi batik bertema Pilgrimage di Milan Fashion Week 2020/2021 (Maquin Couture)
A
A
A

Batik merupakan warisan bangsa Indonesia yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Pengakuan batik Indonesia sebagai warisan dunia ini berlaku sejak Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Sejak saat itu pula Pemerintah Indonesia menetapan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

Dalam rangka meramaikan perayaan Hari Batik Nasional tahun ini, akan dibuat aktivasi sosial media bertajuk #BatikItuAsyik. Aktivasi ini akan mengajak masyarakat untuk ikut menunjukkan kebanggaan dan kecintaan terhadap batik. Penggunaan batik tidak lagi identik dengan acara-acara tradisional atau kegiataan kebudayaan. Motif batik juga sudah digunakan sebagai salah satu gaya fashion, baik untuk acara formal atau informal.

Sampai saat ini sanggar atau tempat pembuatan batik masih banyak ditemukan. Mereka membuat desain batik dengan motif dan bahkan cara yang sesuai dengan perkembangan ataupun permintaan pasar. Dari batik tulis yang menggunakan canting dalam pelukisan, kini muncul teknik cap dalam melukiskan corak ke media kain. Selain itu, ada batik lukis yang memberikan hasil lebih halus dan artistik.

Wisatawan lokal maupun mancanegara bisa belajar mewarnai batik, salah satunya di Desa wisata Gemawang di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Memang mengasyikkan belajar membatik di desa wisata ini karena metode belajarnya menggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.

 

Belajar mewarnai batik di Desa wisata Gemawang (Infobatik.id)

Apresiasi terhadap batik terus berdatangan jelang perayaan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Busana Indonesia menuai pujian di peragaan busana ternama Italia, Milan Fashion Week (MFW) yang diselenggarakan di Palazzo Visconti, Milan, Italia, Sabtu (26/9/2020). Tampil sebagai penutup rangkaian peragaan busana Runway Show Milan Fashion Week (MFW) Emerging Talents” Spring/ Summer 2020/2021, koleksi adi busana yang ditampilkan dua perancang busana muda Indonesia dari rumah busana Maquinn Couture, Janice Pradipta dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memukau sekitar 170 tamu undangan MFW dan publik Milan, Italia.

Lewat koleksi bertajuk "Pilgrimage", Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memadankan unsur khas Eropa dan motif busana sarat makna asal Indonesia tersebut. Kombinasinya pun dibuat sedemikian rupa sehingga tak meninggalkan jati diri dari setiap budaya. Motif batik Pekalongan jadi aksen dominan dalam koleksi yang mejeng di runway Milan Fashion Week itu. Batik tulis ini kemudian dipadankan dengan material sutra dan katun, serta tambahan detail kulit, serta metal. Elemen batik Indonesia khususnya batik corak Pekalongan sangat mendominasi dipadukan dengan gaya busana Eropa. Masing-masing busana yang ditampilkan juga memiliki nilai filsofi yang mendalam, baik filosofi yang mendasari pembuatan busana maupun pesan filosofi yang ingin disampaikan kepada publik. Salah satu koleksi dengan ornamen “ranting kehidupan” menggambarkan peran Indonesia sebagai “ranting” di dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement