Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Batik Indonesia Tampil Menawan Runway Milan Fashion Week

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2020 |11:15 WIB
Batik Indonesia Tampil Menawan <i>Runway Milan Fashion Week</i>
Maquin Couture pamerkan koleksi batik bertema Pilgrimage di Milan Fashion Week 2020/2021 (Maquin Couture)
A
A
A

Brand modest fashion Indonesia, Maquin Couture terpilih sebagai delegasi tunggal Indonesia di panggung Milan Fashion Week (MFW) 2020/2021. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menghadirkan busana alkulturasi budaya Indonesia-Eropa bertema Pilgrimage.

 

Maquin Couture menjadi delegasi Indonesia di panggung Milan Fashion (Maquin Couture)

Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan menjelaskan, terdapat inspirasi khusus dari lahirnya mahakarya batik Indonesia-Eropa tersebut. Di antaranya keberagaman yang harmoni dalam kehidupan para leluhur di masa lampau. “Menyelaraskan dua budaya dari dua benua dengan tetap menjaga keasliannya, tidaklah mudah. Agar tercipta busana yang indah, kekayaan batik Indonesia harus seirama dengan kekuatan fashion Eropa. Karenanya kami memilih ‘Pilgrimage’ sebagai tema juga nyawa busana-busana kami,” kata Janice.

Lewat koleksi tersebut Maquinn Couture ingin menonjolkan sisi feminin yang luwes, indah dan segar namun tetap kuat dan megah. “Koleksi ini diilustrasikan dalam gaya modern floral. Unsur floral mengadaptasi corak batik yang gemar digunakan masyarakat Indonesia. Sementara unsur modern diambil dari gaya busana khas Eropa. Kami pun ingin menunjukkan bahwa meskipun sarat akan tradisional Indonesia, nyatanya batik mampu melebur dengan beragam budaya tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Benita

Kain tenun sutra, tinta emas, dan kulit asli pun dipilih sebagai bahan yang mendominasi koleksi ini guna menghadirkan kesan tersebut. Lebih lanjut Benita menjelaskan, penggunaan bahan berkualitas tinggi adalah wujud komitmen Maquinn Couture dalam menghasilkan busana Haute Couture.

Kain batik kami diproduksi dengan mempertahankan cara tradisional. Mulai dari penenunan kain sutra, penggambaran motif batik hingga jadi kain batik yang siap diolah, semua proses kami jaga keasliannya. Keunggulan batik bukan semata pada coraknya, melainkan dari proses pembuatannya juga,” kata Benita. Selain teknik lukis, batik pada koleksi ini diterapkan dengan mengombinasikan teknik embroidery (sulam) dan beading. Kedua teknik ini dipilih untuk menghadirkan kesan tegas, elegan, dan detail.

Uniknya, desain motif pada koleksi ‘Pilgrimage’ salah satunya terinspirasi dari lukisan karya Lucas Cranach the Elder pada 1562 yang dibingkai dengan batik bunga menjalar. Lukisan ini berlatar di sebuah taman, di mana seorang pria dan wanita berdiri dekat sebuah pohon, serta dikelilingi berbagai hewan dan tumbuhan. “Kami tidak sedang menghadirkan kepercayaan tertentu di sini. Sebaliknya, kami melihat komposisi lukisan Cranach menyuguhkan definisi yang lengkap mengenai perjalanan leluhur," ujar Janice.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement