Jebol Dinding Minimarket, Kawanan Rampok Gasak Barang hingga Rp20 Juta

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 04 Oktober 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 340 2288171 jebol-dinding-minimarket-kawanan-rampok-gasak-barang-hingga-rp20-juta-f92xzrgORL.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAMBI - Sebuah minimarket di kawasan Jalan Poros Aurduri II, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dibobol kawanan rampok, alhasil mengalami kerugian hingga Rp20 juta, Sabtu 3 Oktober 2020.

Informasi yang didapat, aksi tersebut pertama kali diketahui oleh karyawan minimarket, Reza. Saat itu, dirinya hendak toko sekira pukul 07.00 WIB.

Namun, betapa terkejutnya dirinya tatkala membuka toko. Kondisi toko sudah dalam keadaan berantakan. Barang-barang di toko berserakan di lantai terutama rokok dan susu yang terdapat di rak toko.

“Ini kejadian yang kedua kalinya, tapi kali ini pelaku menjebol dinding belakang toko,” ujar Reza.

Dirinya menambahkan, sebelumnya terjadi di tahun 2019. "Saat itu, kerugian toko mengalami kerugian sekitar Rp35 juta. Mereka masuknya melalui toko sebelah dan merusak pintu gudang bagian atas," tukasnya.

 perampokan

Atas kejadian ini, pihak Alfamart langsung membuat laporan ke Polresta Jambi.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Handres saat dikonfirmasi mengakui adanya pembobolan tersebut.

“Kita belum bisa memberi tahu dari hasil olah TKP, karena masih proses penyelidikan untuk bisa mengetahui identitas para pelaku pembobol, karena pada saat kejadian CCTV sedang mati lantaran belum diperbaiki saat kejadian pertama," kata Handres.

Namun, katanya, cara masuk para pelaku kali ini berbeda dengan TKP lainnya, yang masuk dengan merusak pintu depan toko.

"Komplotan tersebut masuk dengan cara membobol dinding toko dan juga mematikan CCTV toko. Untuk kerugian ditaksir hingga Rp20 juta," imbuhnya.

Dari catatannya, kejadian tersebut bukan kali pertama di Kota Jambi, sedikitnya sudah terjadi enam minimarket lainnya, yang dibobol komplotan pelaku.

Atas dasar itu, dirinya mengaku akan bertindak tegas, dan terus memburu pelaku pelaku tersebut.

"Kita akan terus berupaya mengungkap kasus ini," tukas Handres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini