"Ada indikasi anarko. Enggak ada (mahasiswa buruh), orang pengangguran orang jalan, orang ngamen, anarko itu loh yang ngamen," ungkapnya.
Yusri menyebut saat diperiksa mereka ada yang membawa senjata, meski demikian dia tidak merinci senjata apa yang dimaksud. "Ya ada lah kita amankan semua masih diperiksa," tuturnya.
Sementara itu terpisah, data dari Tim Bantuan Hukum Untuk Demokrasi yang membuat hotline pengaduan bagi massa aksi Omnibus Law Cipta Kerja mencatat per Kamis 8 Oktober 2020 pukul 21.50 WIB malam ada 140 orang yang melapor telah hilang maupun diamankan kepolisian.
"140 kurang lebih aduan sekitar segitu yang kita terima," kata Tim Bantuan Hukum Untuk Demokrasi, Yosua saat dikonfirmasi Okezone.