129 Demonstran UU Ciptaker Ditangkap, Jika Tak Terlibat Dipulangkan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 519 2290971 129-demonstran-uu-ciptaker-ditangkap-jika-tak-terlibat-dipulangkan-VC3tVDngW9.jpg 129 demonstran di Malang ditangkap polisi (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Polisi masih memeriksa 129 demonstran yang ditangkap usai demonstrasi UU Cipta Kerja (Ciptaker) di Malang, Jawa Timur. Bagi yang tidak terlibat pengrusakan dan aksi anarkis lainnya, maka akan dibebaskan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menegaskan dari ke -129 demonstran dipastikan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Mengingat sejauh ini pemeriksaan masih terus dilakukan.

"Kita akan lakukan pendalaman sampai 1x24 jam, untuk menentukan status dari pada yang diamankan ini. Kalau memang memenuhi unsur, kita akan proses untuk proses hukumnya," ujar Leonardus pada Jumat siang (9/10/2020) di Mapolresta Malang Kota.

Bila memang tidak terbukti melakukan pengrusakan, maka lanjut Leo, panggilan akrabnya, akan dipulangkan. Selama pemeriksaan lanjut Leo seluruh demonstran juga diberikan pendampingan dan perlakuan humanis, termasuk diberikan makan.

"Nanti yang tidak terlibat dan tidak ada perannya, nanti akan kita kembalikan. Nanti kalau memang tidak kita lihat ada kaitan dengan peristiwa kemarin, saya akan buat berita acara pengembalian, pemulangan," tuturnya.

"Nanti orang tua juga ada, ikut mendampingi. Yang anak-anak itu akan didampingi, ada pendampingan," imbuhnya.

Pihaknya juga telah melakukan rapid test kepada seluruh demonstran yang diamankan dari peristiwa kerusuhan kemarin. "Kita lakukan pemeriksaan rapid test keseluruhan, kepada 129 orang. Dan ada 20 yang reaktif. Untuk yang 20 reaktif, akan kita lanjutkan dengan tes swab," terangnya.

Baca Juga : Polisi Tetap Siagakan Pengamanan di DPR dan Istana Negara

Baca Juga : Rudapaksa Bocah di Bawah Umur, Pria Beristri Ini Terancam 15 Tahun Bui

Dari 129 orang yang diamankan mayoritas merupakan mahasiswa sejumlah 59 orang. Sisanya terdiri 14 pelajar SMA, 15 pelajar SMK, 2 pelajar SMP, 1 orang buruh, 15 orang pengangguran, 1 orang security, dan 5 orang kuli bangunan.

"Total ada 129 orang, terdiri 124 laki - laki dan lima orang perempuan. Ini dominan dari Malang, tapi ada yang dari luar kota juga ada dari Jombang, Banyuwangi, Pasuruan. Banyak juga yang berasal dari luar Malang. Komposisinya seperti itu," tutupnya.

Sebelumnya, demonstrasi UU Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran Tugu Kota Malang pada Kamis kemarin 8 Oktober 2020, berakhir ricuh. Aksi yang sedianya dilakukan mahasiswa dan buruh, ternyata berakhir ricuh dua kali. Kerusuhan pertama terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan kerusuhan kedua terjadi sejak pukul 13.30 WIB, hingga akhirnya terpaksa dibubarkan oleh kepolisian.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini