Ribuan Warga NU Marah Kiainya Disebut Antek PKI

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 09 Oktober 2020 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 519 2291340 ribuan-warga-nu-marah-kiainya-disebut-antek-pki-8pcVCknyj6.png Ribuan warga NU marah lantaran kiainya disebut antek PKI (Foto : iNews)

PAMEKASAN – Tidak terima kiainya disebut antek Partai Komunis Indonesia (PKI) ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU), marah dan mengepung Polres Pameksan, Jumat (9/10/2020). Mereka menuntut janji Kapolres Pamekasan, untuk menangkap pelaku hate speech atau ujaran kebencian di media sosial tersebut.

Dalam akun Facebook bernama Muhammad Izul, mengunggah foto dan tulisan yang ditujukan kepada Ketua PC NU Pamekasan, KH Taufiq Hasyim, sebagai antek PKI.

Sekadar diketahui, aksi serupa sudah digelar oleh warga Nahdliyin di Polres Pamekasan, pada pekan sebelumnya. Dan Polres Pamekasan menjanjikan akan segera menuntaskan kasus ujaran kebencian tersebut.

Setelah menunggu selama lima hari, ternyata belum ada kepastian terkait penanganan kasus ujaran kebencian ini. Sehingga, ribuan warga NU kembali mendatang Polres Pasuruan, untuk menagih janji Kapolres Pamekasan.

Ribuan massa ini tertahan oleh barikade polisi yang telah mengadang massa sejauh 100 meter sebelum memasuki Markas Polres Pamekasan. Ribuan massa tersebut, berhasil menjebol pagar betis polisi, dan menggelar orasi di Markas Polres Pamekasan.

Baca Juga : Mantan Dirut PT DI Budi Santoso Segera Diadili

Menurut Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adi Putranto, kasus ujaran kebencian tersebut telah dilimpahkan ke Polda Jatim. "Kasusnya ditangani Polda Jatim, karena di sana ada tim kriminal siber," tegasnya.

Ribuan warga Nahdliyin akhirnya membubarkan diri, setelah para ulama NU memberikan jaminan bahwa Polres Pamekasan, akan mengungkap dan menangkap pelaku ujaran kebencian tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini