Bos Kriminal Brasil Buron Setelah Dibebaskan Hakim dari Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 18 2292150 bos-kriminal-brasil-buron-setelah-dibebaskan-hakim-dari-penjara-3gfpSXEsWE.jpg ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAO PAULO - Salah satu bos kriminal terbesar di Brasil kabur setelah dibebaskan sebentar dari penjara sehari sebelumnya.

André Oliveira Macedo, juga dikenal sebagai André do Rap, dibebaskan dari penjara keamanan tinggi pada Sabtu (10/10/2020), tetapi keputusan itu dicabut beberapa jam kemudian. Sejak itu Macedo menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

BACA JUGA: Bos Mafia Transgender Tewas Dibunuh Gaya Eksekusi

Macedo adalah anggota senior geng Komando Pertama Ibukota (PCC) yang berbasis di São Paulo. Geng itu memegang kekuasaan di penjara-penjara di seluruh Brasil dan Paraguay serta menyelundupkan berton-ton kokain ke Eropa.

Diwartakan BBC, pembebasannya adalah hasil dari perintah kontroversial oleh Hakim Marco Aurélio Mello, salah satu dari 11 hakim di Mahkamah Agung Brasil.

Hakim Mello mengabulkan pembebasan Macedo dari penjara São Paulo dengan alasan bahwa jumlah waktu yang dihabiskannya dalam penahanan menunggu persidangan telah melebihi batas maksimum yang sah. Dia ditangkap pada September 2019, dan ditahan sejak itu.

Setelah dibebaskan, Macedo diperintahkan untuk menjalani tahanan rumah.

BACA JUGA: Pimpinan Geng Brasil Ditangkap di Mozambik Setelah Dua Dekade Buron

Namun, perintah pembebasan Macedo dianggap kontroversial, bahkan Gubernur Negara Bagian São Paulo, Joao Doria, menyebutnya sebagai "sikap melindungi kriminal yang tidak dapat diterima”. Dalam beberapa jam, ketua Pengadilan Tinggi Luiz Fux telah membatalkan keputusan tersebut dan memerintahkan Macedo untuk ditangkap kembali dan segera dikembalikan ke penjara.

Namun, saat perintah itu keluar, Macedo sudah menghilang, dengan beberapa laporan media lokal mengatakan dia telah melarikan diri dari Brasil.

Penyidik di São Paulo belum memberikan perincian tentang perburuan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini