Namun, meski banyak warga AS melihat antrean panjang sebagai bentuk antusiasme pemilih, reaksi global terkait hal ini sangat berbeda. Banyak warganet dari luar AS yang melihat antrean panjang sebagai bentuk ketidakberesan dalam pengaturan pemilihan AS.
Seorang warga Kanada berkomentar bahwa dia “menunggu bus lebih lama daripada menunggu untuk memberikan suaranya”. Sementara seorang pria Inggris mengatakan bahwa dia “tidak pernah satu kali pun mengantre untuk memberikan suara” selama 58 tahun hidupnya.
Been here once 10:05am... #EarlyVote #earlyvoting #georgiavotes #cobbcounty #VOTE pic.twitter.com/0rAOKA7Ked
— Everlean R (@Everlean_R) October 12, 2020
Bahkan seorang pria di India mengatakan bahwa negaranya, yang menangani surat suara terbanyak di dunia, dan memiliki tingkat buta huruf yang lebih tinggi dari AS, tidak pernah melihat antrean panjang dalam pemilihan umumnya.
Responden di Norwegia, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya mengatakan ada banyak tempat untuk menyerahkan surat suara sebelumnya dan tidak seperti di AS, sebagian besar tempat pemungutan suara dapat dicapai dengan berjalan kaki dari rumah.
Dari Jerman hingga Israel, orang juga mengingatkan orang Amerika bahwa tidak seperti di AS, pemungutan suara dilakukan pada hari libur dan akhir pekan.
Tiga pekan sebelum hari pemilihan, diperkirakan sekira 11 juta orang Amerika telah memberikan suara. Georgia pada Senin mencatat rekor dengan 126.876 telah memberikan suaranya lebih awal.
(Rahman Asmardika)