Mengenal Sistem Early Voting dalam Pemilihan Umum AS

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 18 2293512 mengenal-sistem-early-voting-dalam-pemilihan-umum-as-FuXfBjLSTB.jpg Tempat pemungutan suara Pemilihan Umum AS. (Foto: Foreign Press Centre)

JAKARTA – Pemilihan umum Amerika Serikat (AS) akan digelar pada 3 November 2020, saat rakyat Negeri Paman Sam akan memberikan suaranya untuk menentukan siapa yang akan duduk di Gedung Putih sebagai presiden, selain juga memilih anggota parlemen dan senat. Namun, di beberapa negara bagian, para pemilih telah memberikan suaranya lebih awal dengan memanfaatkan sistem early vote.

Sebagian besar negara bagian di AS mengizinkan warganya untuk memberikan suara mereka dan memilih lebih awal, baik secara langsung di tempat pemungutan suara (TPS) atau melalui surat suara yang dikirim via pos. Beberapa negara bagian yang memiliki opsi ini di antaranya adalah Maryland, Georgia, Arizona, Arkansas, California, Colorado, Florida, Hawaii, Illinois, dan beberapa negara bagian lainnya.

BACA JUGA: Serba-Serbi Pilpres AS 2020, Mengenal Electoral College dan Swing States

Masing-masing negara bagian memiliki kebijakan yang berbeda mengenai kapan mulai menerima suara yang masuk.

Mengutip keterangan dari vote.org, empat negara bagian, Minnesota, Virginia, South Dakota, dan Wyoming memulai early voting pada 18 September atau 45 hari sebelum pemungutan suara 3 November. Negara-negara bagian lain menyusul pada pekan-pekan berikutnya, dengan beberapa negara bagian, termasuk Georgia, Kentucky, Kansas, North Carolina, dan Texas memulai early voting pada 12 Oktober.

Sistem early voting ini juga memunculkan sisi unik dari pemilihan presiden AS di mana seorang pemilih dapat menarik kembali suaranya, dan mengganti pilihan mereka tiga kali, sebelum pemilihan pada 3 November.

BACA JUGA: Pilpres AS, Warga Amerika Bisa 3 Kali Ganti Pilihan Capres

Dengan pandemi virus corona yang masih mengganas di AS, tahun ini banyak warga yang mengambil opsi untuk melakukan early voting, dibandingkan datang ke TPS pada hari pemilihan. Ini menyebabkan melonjaknya jumlah suara yang telah masuk, meski masih ada tiga pekan sebelum pemilihan berlangsung.

Menurut data BBC, hingga Selasa (13/10/2020) sekira 11 juta pemilih telah memberikan suara mereka melalui sistem early voting. Banyaknya warga yang menggunakan opsi ini dilaporkan telah memunculkan antrean panjang di TPS-TPS di beberapa negara bagian seperti di Georgia dan Texas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini