Sakit di Tengah Laut, Basarnas Bali Evakuasi Nahkoda Kapal Liberia

INews.id, · Rabu 14 Oktober 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 244 2293763 sakit-di-tengah-laut-basarnas-bali-evakuasi-nahkoda-kapal-liberia-kqm9CNpHbH.jpg Petugas Basarnas Bali mengevakuasi nahkoda kapal berbendera Liberia yang sakit di tengah laut (Foto : Basarnas Bali)

DENPASAR – Basarnas Bali engevakuasi nakhoda kapal asing berbendera Liberia, bernama Geneper Oledan (50) lantaran mengalami sakit saat kapalnya berada di perairan Selat Badung, Bali.

Hal tersebut dilakukan karena permintaan evakuasi orang sakit dari Kapal Star Gina 2 GR yang melintas di Selat Badung pada Selasa 13 Oktober 2020. Kapal kargo yang berlayar dari Manila, Filipina itu hendak menuju Port Hedlan di Australia.

Atas permintaan evakuasi tersebut, Basarnas Bali mengerahkan KN SAR Arjuna 229 ke lokasi kapal. Namun kondisi alun di lokasi membuat KN SAR Arjuna 229 tidak bisa mendekat ke Kapal Star Gina 2 GR.

Dianggap terlalu berisiko, petugas kemudian mengerahkan rigid inflatable boat (RIB) untuk mendekat ke kapal asing tersebut. Setelah berhasil merapat, tim SAR langsung melakukan evakuasi terhadap orang sakit di kapal tersebut yang ternyata nakhoda kapal berkebangsaan Filipina.

Proses evakuasi nakhoda tersebut dengan bantuan tali. Tubuhnya dibungkus selimut hingga bagian kepala, dan kemudian diikatkan pada tandu.

"Menurut tim yang terlibat langsung menjelaskan bahwa kondisi korban tak ada respons. Tampak pucat dan membiru," tutur Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga : Vaksin Covid-19 di Bekasi Diprioritaskan untuk Petugas Medis dan Pelayanan Publik

Dia mengatakan, tim melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati agar posisi korban tetap stabil mengingat kondisi alun saat itu di lokasi cukup menyulitkan. Dari atas RIB, nakhoda tersebut dibawa menuju Pelabuhan Benoa dan selanjutnya ke RSUP Sanglah.

"Setibanya di Pelabuhan Benoa, korban kami serahkan ke KKP Benoa untuk dilakukan pemeriksaan," tuturnya.

Menurutnya, operasi SAR tersebut juga melibatkan 25 personel Basarnas Bali. Didukung juga oleh SAR Lanal Denpasar, Dit Polair Polda Bali, SROP Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, KKP Pelabuhan Benoa, Satgas Covid-19 Provinsi Bali, VTS Benoa dan Agen Kapal Tama Samudra.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini