Puluhan Kali Beraksi, Polisi Gadungan Ini Kerap Sasar Pelajar

Mulyana, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 525 2293779 puluhan-kali-beraksi-polisi-gadungan-ini-kerap-sasar-pelajar-NMGyL6FUpY.jpg Polres Purwakarta menangkap polisi gadungan (Foto: Mulyana)

PURWAKARTA - Sepak terjang Angga Darmawan (31) harus berakhir setelah sekian lama beraksi sebagai polisi gadungan. Ia ditembak oleh aparat kepolisian.

Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan, jajarannya menangkap dua pelaku. Yakni, Angga Darmawan dan Dadan Ramdani (27). Pelaku Angga, sering melancarkan aksi kriminalitas dengan cara menipu dan memeras. Sasarannya adalah remaja.

"Adapun modusnya, pelaku Angga mengaku-ngaku sebagai anggota polisi dari Satuan Narkoba Polres Purwakarta," ujar Indra, Rabu (14/10/2020).

Polisi gadungan ini, sudah melakukan aksinya sebanyak 21 kali di sejumlah wilayah di Purwakarta. Terakhir, pelaku mendatangi pelajar yang sedang melaksanakan kegiatan di depan sekolah di Kecamatan Bungursari.

Baca Juga:  Polisi Gadungan Berpangkat Kombes Diamankan Polisi

Saat itu, pelaku mendatangi korbannya yang sedang berada di lingkungan sekolah. Pelaku, menggunakan kaos coklat bertuliskan polisi langsung melakukan pengadangan kepada korbannya.

Saat pengadangan, pelaku sempat mengeluarkan pistol dan menyelipkannya di pinggang. Kemudian, meminta korban untuk mengumpulkan handphone dan menuduh korban menyimpan narkoba jenis ganja di tubuhnya. Pelaku menggeledah korban dan langsung kabur begitu saja serta membawa handphone korban.

"Terungkap pelaku sudah melakukan aksi serupa di 21 lokasi. Namun, baru delapan orang korban yang melaporkan ke polisi," ujarnya.

Adanya laporan mengenai polisi gadungan ini, lanjut Indra, jajarannya langsung mengambil tindakan. Pelaku, ditangkap di sekitaran rumahnya di Pasar Senen, Kecamatan Purwakarta. Akan tetapi, saat hendak digelandang, pelaku melakukan perlawanan. Makanya, kakinya dilumpuhkan.

Baca Juga:  Nekat Razia Motor, Polisi Gadungan Babak Belur Dihajar Warga

Hasil kejahatan pelaku yang beraksi seorang diri, diberikan kepada Dadan Ramdani. Jadi, Dadan Ramdani ini berperan sebagai penadah barang pelaku Angga. Kemudian, pelaku Dadan menjual barang curian tersebut melalui sosial media.

Dari tangan pelaku, pihaknya menyita 49 handphone berbagai merek hasil curian. Satu unit motor. Seragam polisi dan sepucuk pemantik api berupa senjata yang digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korbannya.

"Pelaku terancam Pasal 365 dan atau 368 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dan pengancaman dengan kurungan penjara 7 tahun," ujarnya.

Sementara itu, pelaku Angga mengaku, dirinya menjadi polisi gadungan supaya aksi kejahatannya dapat berjalan lancar. Adapun seragam dan perlengkapannya itu, dibeli di pertokoan yang menjual atribut polisi.

"Aslinya saya bukan polisi. Dengan cara ini, saya bisa memeras korban dan menipunya," ujar Angga sambil tertunduk lesu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini