Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolda Jateng Mengaku Tak Bangga Menangkap Mahasiswa

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2020 |20:15 WIB
Kapolda Jateng Mengaku Tak Bangga Menangkap Mahasiswa
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menerima sejumlah mahasiswa (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)
A
A
A

SEMARANG - Seluruh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jawa Tengah dikumpulkan menyusul maraknya unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Mereka bersepakat menggelar demonstrasi secara damai agar tidak mengganggu ketertiban umum.

"Polri khususnya Polda Jawa Tengah tidak bangga melakukan upaya paksa sampai nangkap, nahan adik-adik kita (mahasiswa)," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat menggelar pertemuan dengan seluruh Ketua BEM di Mapolda Jateng, Jumat (16/10/2020).

Dia mengimbau masyarakat luas terutama mahasiswa untuk tetap mematuhi aturan ketika menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab, meski bebas menyatakan pendapat namun mesti mematuhi peraturan agar tak berhadapan dengan aparat hukum.

"Atas nama apa pun juga menyampaikan pendapat di muka umum harus mematuhi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999. Ada klausul yang harus dipenuhi, ditaati terutama adik-adik sekalian," lanjutnya.

Luthfi pun menegaskan pembubaran demo yang terjadi di Jateng sudah sesuai protap. Polisi memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga akan berindak tegas terhadap pelaku yang melakukan pelanggaran hukum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement