Embargo Dinyatakan Dicabut, Iran Bebas Beli Senjata Lagi

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 18 2295841 embargo-dinyatakan-dicabut-iran-bebas-beli-senjata-lagi-l75NR7UPjt.jpg Ilustrasi. (Foto: Fotolia)

TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan negara itu telah bebas dari embargo yang dijatuhkan PBB, lima tahun setelah penandatanganan perjanjian program nuklir yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan kekuatan dunia. Dengan berakhirnya embargo ini, Republik Islam itu bebas untuk membeli persenjataan lagi.

"Mulai hari ini, semua pembatasan transfer senjata, aktivitas terkait, dan layanan keuangan ke dan dari Republik Islam Iran, dan semua larangan terkait masuk atau transit melalui wilayah Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebelumnya diberlakukan di sejumlah negara Iran. warga negara dan pejabat militer, semuanya otomatis diberhentikan,” kata Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan yang dilansir Sputnik.

BACA JUGA: Jadi Presiden DK PBB, Indonesia Tolak Upaya AS Kembalikan Sanksi Terhadap Iran

Tidak ada tindakan khusus yang diperlukan dari pihak Iran karena embargo dicabut secara otomatis jika tidak ada perpanjangan atau tindakan tambahan yang diambil oleh Dewan Keamanan, bunyi pernyataan itu.

Teheran mengatakan hal itu memberi otoritas kebebasan memerintah untuk melakukan kebijakan pertahanan baru hanya berdasarkan keputusannya sendiri.

Pada 2015, Iran menandatangani JCPOA dengan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Uni Eropa, yang mengharuskan Iran untuk mengurangi program nuklirnya dan sangat menurunkan cadangan uraniumnya. Sebagai gantinya, Iran mendapatkan keringanan sanksi, termasuk pencabutan embargo senjata lima tahun setelah kesepakatan itu diadopsi.

BACA JUGA: Peringati 5 Tahun Kesepakatan Nuklir, Iran Siap Pertahankan JCPOA

"Oleh karena itu, mulai hari ini, Republik Islam Iran dapat memperoleh senjata dan peralatan yang diperlukan dari sumber mana pun tanpa batasan hukum dan hanya berdasarkan kebutuhan pertahanannya, dan juga dapat mengekspor persenjataan pertahanan berdasarkan kebijakannya sendiri," demikian bunyi pernyataan itu.

Pada 2018, AS meninggalkan posisi perdamaiannya di Iran dan menarik diri dari JCPOA, mulai mengejar kebijakan yang keras terhadap Teheran. Awal tahun ini, Washington mencoba berkampanye untuk pemulihan sanksi internasional terhadap Iran, khususnya untuk perpanjangan embargo senjata, tetapi semua rancangan resolusinya akhirnya ditolak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini