Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Klaster Libur Panjang, Tito Karnavian: Lebih Baik Beres-Beres Rumah

Dita Angga R , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2020 |15:27 WIB
Cegah Klaster Libur Panjang, Tito Karnavian: Lebih Baik Beres-Beres Rumah
Tito Karnavian. (Foto: Puspen Kemendagri)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020. Libur panjang berpotensi meningkatkan kerumunan orang. 

“Ini perlu kita waspadai bersama agar liburan ini tidak menjadi media penularan,” katanya usai rapat terbatas, Senin (19/10/2020).

Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap berada di rumah saat libur panjang. Terutama untuk masyarakat yang berada di zona merah atau daerah dengan risiko penularannya tinggi.

“Bagi rekan-rekan, bapak/ibu yang di daerahnya merah, daerahnya rawan penularan kalau memang bisa tidak pulang dan tidak berlibur. Lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing, beres-beres rumah atau tempat tinggal, menikmati liburan bersama keluarga di kediaman masing-masing. Itu yang diharapkan,” ungkapnya.

Namun jika harus pergi ke luar kota, Tito mengimbau masyarakat melakukan tes PCR terlebih dahulu. Sehingga bepergian dalam keadaan negatif.

“Jangan sampai terjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah. Untuk pengaturan lalu lintasnya akan diatur oleh Polri, (Kementerian) Perhubungan, dan lain-lain,” ujarnya. 

Baca juga: Doni Monardo Ajak Masyarakat Cegah Kasus Covid-19 saat Libur Panjang

Tidak hanya itu, dia juga meminta agar masyarakat menahan diri untuk berkerumun di satu tempat. Dia tidak ingin ada penularan di keluarga masing-masing. 

“Nah, oleh karena itu menahan diri untuk tidak berlibur ke tempat yang kita tahu akan banyak kerumunan. Seperti puncak misalnya,  atau di daerah Bandung, di pantai dan lain-lain,” kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement