Tito berharap kepala daerah di masing-masing wilayah dapat menjaga mekanisme pertahanan yang selama ini sudah berjalan. Hal ini sebagaimana seperti liburan lebaran yang lalu.
“Misalnya kampung sehat, kelurahan sehat. Di mana warga-warga yang datang dari luar, mereka diyakinkan sudah melaksanakan tes dan kemudian ketika berinteraksi dengan warga mereka tidak menjadi penular,” ucap Tito.
Dia juga meminta kepala daerah bersama pengelola tempat-tempat wisata untuk mencegah terjadinya kerumunan. Maka dari itu tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa.
“Diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas misalnya 50% atau 30% dilakukan secara bergelombang dan lain-lain. Ini peran penting forkopimda, mesin forkopimda. Mesin forkopimda harus gerak. Karena hanya mesin itu yang bisa menjaga,” pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)