Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mayjen TNI Tugas: Semua Pegawai RSD Wisma Atlet Wajib Test Swab

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2020 |19:30 WIB
 Mayjen TNI Tugas: Semua Pegawai RSD Wisma Atlet Wajib Test Swab
Mayjen TNI Tugas Ratmono saat sidak di RSD Wisma Atlet (foto: Okezone/istimewa)
A
A
A

Mayjen Tugas melanjutkan sidaknya ke gerbang keluar masuk area zona merah di belakang tower 3. Orang harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap jika memasuki area zona merah. Keluar dari zona merah, terlebih dulu harus dipastikan steril dari virus Corona dengan melalui unit sterilisasi. Maka posisi gerbang sangat vital, sehingga dijaga beberapa petugas keamanan dari unsur TNI dan Polri.

Mayjen Tugas menilai, fisik gerbang keluar masuk zona merah kurang memadai karena hanya terbuat dari sebatang palang besi mendatar setinggi 1 meter. Buka tutup gerbang dilakukan petugas pengamanan dengan menarik tali dari pos pengamanan yang jaraknya sekitar 5 meter dari gerbang.

“Gerbang ini harus dibuat lebih rapat, bukan hanya palang besi seperti ini,” kata Mayjen Tugas kepada Kolonel A Kholik dan tiga petugas yang berjaga di pos keamanan. Dengan hanya palang besi, Mayjen Tugas khawatir ada orang yang lolos keluar masuk zona merah tidak sesuai prosedur sehingga membahayakan penanganan Covid-19 di Wisma Atlet.

Tak berhenti, Mayjen Tugas meneruskan sidaknya ke tower 3, tempat penginapan para petugas. Saat hendak melewati para petugas keamanan yang berdiri memberi hormat pada sang jenderal, Mayjen Tugas berhenti sejenak.

"Sudah test swab belum?" kata Jenderal TNI bintang dua ini.

Petugas keamanan menjawab mereka belum menjalani test swab. Koordinator Wisma Atlet tersebut meminta petugas keamanan ke lantai 2 untuk menjalani test swab. Test swab kini menjadi prosedur standar untuk mengetahui orang terinfeksi virus Corona atau tidak.

Mayjen Tugas Ratmono meski menjabat sebagai orang nomor satu di RSDC Wisma Atlet, tak segan blusukan ke berbagai sudut Wisma Atlet yang terdiri atas 10 tower di areal seluas 10 hektare. Wisma Atlet difungsikan sebagai RS Darurat Covid sejak 23 Maret 2020. Saat ini empat tower yaitu tower 4,5,6, dan 7 digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan, hingga gejala sedang. Sedangkan tower 1,2, dan 3 digunakan untuk manajemen, administrasi, dan tempat penginapan para petugas.

“Sidak di hari Minggu membuat kita bisa melihat celah-celah yang harus diperbaiki dalam pengelolaan RS Darurat Covid Wisma Atlet ini,” cetus Mayjen Tugas.

Giatnya Mayjen Tugas melakukan sidak tak lepas dari pengalaman mendalam tentang pengelolaan rumah sakit. Maklum ia lama bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dengan sederet jabatan seperti Ketua Komite Medik, Direktur Pembinaan dan Pengembangan (Dirbinbang), dan Kepala Departemen Saraf.

Gelar akademisnya juga berderet. Mayjen TNI Tugas meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran UGM. Spesialis saraf diperolehnya dari Fakultas Kedokteran UI tahun 2002. Sedangkan gelar Doktor disabet dari Paska Sarjana Universitas Hasanuddin tahun 2016.

Gelar MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit) digenggam dari Universitas Respati Indonesia tahun 2015. Sementara Magister Hukum disandangnya dari Paska Sarjana UPN Veteran Jakarta.

Mayjen Tugas terus berupaya keras meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hasilnya menggembirakan. Per 18 Oktober 2020, dari sebanyak 21.794 pasien Covid-19, pasien sembuh mencapai 19.921 orang.

Salah satu kunci sukses Mayjen Tugas dalam penanganan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet adalah konsep ‘Jangan Tertular dan Jangan Menulari’. Dan sidak adalah salah satu cara Mayjen Tugas memastikan agar konsep ‘Jangan Tertular dan Jangan Menulari’ diterapkan semua penghuni RSDC Wisma Atlet.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement