Ini Kata Ahli Soal Gempa di Pagai Selatan Sumbar M5,2

Rus Akbar, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 340 2297472 ini-kata-ahli-soal-gempa-di-pagai-selatan-sumbar-m5-2-srbWXcEYKn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

PADANG - Gempa magnitudo 5,2 kembali mengguncang perairan Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul 21.35 WIB.

Gempa sejak 10 Oktober 2020 lalu, gempa kerap terjadi di daerah tersebut yang berlokasi 3.31 Lintang Selatan, 100.35 Bujur Timur atau 33 kilometer Barat Daya Pulau Pagai Selatan dengan kedalaman 10 Kilometer.

Akademisi dan pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr Badrul Mustafa Kemal menjelaskan, soal gempa yang terjadi Pagai Selatan tersebut sejak 10 Oktober sampai sekarang sudah beberapa kali terjadi dan paling besar itu 5,8 termasuk berkekuatan sedang.

“Melihat episentrum gempa itu ada berada di megathrust Mentawai segmen Sipora Pagai,” katanya, Rabu (21/10/2020)

 Baca juga: Gempa M5,2 Guncang Pulau Pagai Selatan Sumbar, Tak Berpotensi Tsunami

Megathrust Mentawai memiliki dua segmen, segmen Siberut dan segmen Sipora-Pagai. Megathrust tersebut memanjang dari atas Aceh, Pulau Simeulue terus ke Pulau Nias dan pulau-pulau kecil, lalu ke bawahnya Mentawai.

Di Aceh segmennya bernama segmen Simeulue, di Sumatera Utara satu segmennya yaitu Pulau Nias dan Sumatera Barat ada dua segmennya, segmen Siberut dan Segmen Sipora Pagai. Lalu ke bawah ke arah Bengkulu ada segmen Enggano, jelas Badrul.

Di segmen Siberut dan Sipora-Pagai, berdasar penetilian Danny Hilman dan Prof Kerry Sieh dari Amerika diketahui periode ulang gempa itu 200 tahunan sampai 300 tahun sekali.

“Nah, yang segmen Sipora Pagai itu sudah terjadi periode ulang, dulu terjadi tahun 1833 dengan kekuatan sekitar 8,8 SR atau 8,9 SR dan saat itu timbul tsunami, kemudian terulang periode ulang itu dimulai 12 September 2007 saat itu menjelang puasa atau menjelang tarawih pertama 8,4 SR, besoknya tanggal 13 September terjadi dua kali gempa 7,2 SR dan 7,9 SR, itu kategorinya kuat. Lalu ternyata berakhirnya 25 Oktober 2010 yang terjadi tsunami ketika itu yang episentrumnya di Barat Daya Pulau Pagai,” katanya.

Gempa-gempa yang terjadi sejak 10 Oktober kemarin sampai hari ini episentrumnya lokasi terjadinya tsunami pada 25 Oktober 2010 yang lalu.

“Nah, menurut saya, gempa-gempa di segmen Sipora Pagai ini tidak mengkhawatirkan karena energi besarnya sudah lepas, kalau terulang lagi gempa besar itu 200 tahun lagi kecuali gempa-gempa kecil, jadi di segmen ini Insyaallah setidak-tidaknya dalam 100 tahun ini tidak akan terjadi gempa di atas 7, kalau 5, 4, 3 SR itu biasa karena dia terus terjadi tumbukan lempeng, energi terus terhimpun dan terus terakumulasi jadi ini tidak mengkhawatirkan,” jelasnya.

Yang perlu diwaspadai, kata Badrul, segmen Siberut karena 2/3 energinya belum keluar, jika keluar dalam satu kali gempa besar bisa menimbulkan gempa M=8,5 atau lebih. Jadi yang terjadi gempa di Pagai Selatan kemarin itu tidak akan terjadi gempa besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini