Tanah Longsor Terjang 2 Kecamatan di Bandung Barat

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 21 Oktober 2020 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 525 2296914 tanah-longsor-terjang-2-kecamatan-di-bandung-barat-Q38kEfSALv.jpg Warga sedang membersihkan material longsor (Foto: BPBD)

BANDUNG BARAT - Selang dua hari berturut-turut bencana longsor terjadi di dua wilayah berbeda di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya kerugian materi dan satu rumah kondisinya terancam.

Peristiwa pertama terjadi pada Senin 19 Oktober 2020 di Kampung Ciparang, RT 02/09, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan. Sedangkan kejadian kedua terjadi Selasa (20/10/2020) sore di Kampung Barunagri RT 03/11, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, di mana tanah longsor menjebol bangunan rumah.

"Pemicu terjadinya longsor karena hujan terus menerus dengan intensitas tinggi, dan adanya saluran air tersumbat akibat sampah," kata Kepala Desa Sukajaya, Asep Cahya Wijaya.

Baca Juga: 549 Bencana Melanda Kota Bogor, Terbanyak Tanah Longsor 

Dijelaskannya, rumah tersebut tidak jauh berada dekat lereng dan terdapat saluran air. Dikarenakan salurannya tersumbat sampah, akhirnya tanah lereng tersebut tidak kuat menahan debit air yang semakin lama semakin tinggi.

Namun, sebelum material tanah menjebol dinding rumah, penghuninya sudah terlebih dahulu menyelamatkan diri karena sudah melihat tanda-tanda tanah bakal longsor. Kini warga bersama petugas desa, dan petugas BPBD KBB tengah membersihkan sumbatan air dan material longsoran.

"Hanya bagian tembok belakang rumah yang jebol karena diterjang tanah. Tapi penghuni aman, tidak kenapa-napa," kata dia.

Baca Juga:  Indonesia Masuk dalam 35 Negara dengan Ancaman Bencana Tertinggi di Dunia

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi sebab pergerakan tanah. Saat ini, anggotanya di lapangan tengah melakukan assessment.

"Penyebab longsor karena hujan deras, dan rumahnya ada di sisi lereng. Hasil inventarisasi di lapangan yang terdampak hanya satu rumah," sebutnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini