Bolos Kerja Sejak 2016, Polisi di Lubuklinggau Dipecat Tidak Hormat

Era Neizma Wedya, iNews · Rabu 21 Oktober 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 610 2297300 bolos-kerja-sejak-2016-polisi-di-lubuklinggau-dipecat-tidak-hormat-zK27npAAS4.jpg Proses Pemecatan Tiga Polisi di Lubuklinggau (Foto: Era Neizma)

LUBUKLINGGAU - Polres Lubuklinggau memberhentikan tiga anggota polisi secara tidak hormat dalam upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), Rabu (21/10/2020), sekitar pukul 09.00 WIB.

Tiga polisi itu adalah Bripda IM, Aipda ZP dan Bripka HN. Mereka dipecat karena melakukan pelanggaran disiplin dalam berdinas di kepolisian.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa memimpin langsung pelaksanaan upacara PTDH tersebut, dalam sambutannya ia menyampaikan proses pemecatan tiga Polisi ini sudah sesuai dengan surat keputusan (Skep) yang dikeluarkan oleh Polisi daerah (Polda) Sumsel.

“Ketiganya tidak hadir karena ada yang masih desersi dan menjalani rehabilitasi,” katanya.

Ditambahkan Mustofa, pemecatan ketiganya dikarenakan tidak pernah masuk kerja atau dinas atau kita kenal dengan disersi berturut-berturut tidak pernah masuk kerja selama 30 hari. Dan diketahui bahwa Ketiga anggotanya ini memang sudah lama tidak masuk dinas, bahkan ada satu anggota yang sejak tahun 2016 lalu sudah tidak masuk kerja.

"Memang mereka sudah selayaknya dilakukan PTDH, proses PDTH ini juga sudah sesuai dengan mekanisme melaui sidang kode etik. Sejak awal sudah kita bina, namun, yang bersangkutan ini tidak bisa lagi kita bina," jelasnya.

Dan karena tidak bisa dibina lagi, akhirnya Polri mengambil langkah tegas, sebab sesuai komitmen bapak Kapolri dan Kapolda Sumsel yang dipertahankan itu hanya anggota yang bisa dibina saja.

“Mohon maaf terpaksa harus kita PTDH dan mereka juga tidak hadir atau in absensia," tegasnya.

Padahal, menurut Mustofa, ketiga anggota yang diberhentikan itu semuanya masih muda, karena ada kelahiran 79, 81 dan 95.

Oleh karena itu ia mengajak kepada anggota Polres Lubuklinggau untuk mengurangi pelanggaran baik itu pidana maupun narkoba, karena apabila sudah tersandung pidana pimpinan Polri sudah komitmen akan ditindak tegas, tanpa ampun.

“Selama saya berdinas di Kota Lubuklinggau sudah lima anggota disidang PDTH, namun baru tiga yang sudah keluar dan duanya belum keluar masih di proses di Polda Sumsel.

"Semua seusai dengan mekanismenya mulai dari rapat hingga sidang. Sehingga ketika keluar Skep PDTH tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan dikemudian hari," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini