Taufik menjelaskan, total APBD besaran nilai APBD Perubahan tersebut sudah termasuk pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp3,2 triliun. Menurutnya, dana tersebut, akan diproyeksikan untuk sejumlah proyek yang tertunda akibat Covid-19.
Diantaranya, kata Taufik yaitu untuk pembangunan Jakarta International Stadium, ada normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk kali, ada underpass dan flyover.
"Kita dapat pinjaman PEN. Dari situ kita dalami. Tahun ini kita dapat Rp3,2 triliun. Itu akan dipakai untuk enam kegiatan. Ada infrastruktur kebudayaan. Proyek yang ditetapkan di 2020 lalu karena Covid dia berhenti. Itu dibiayai dengan PEN ini," pungkasnya.
Berdasarkan data dari dokumen Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA), target APBD 2020 direncanakan sebesar Rp82 triliun, diperkirakan mengalami penurunan sebesar 33,71 persen Perubahan RKPD tahun 2020 menjadi Rp54 triliun.
Ada pula penerimaan pembiayaan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp5.7 triliun pada Penetapan APBD tahun 2020, pada perubahan RKPD tahun 2020 diperkirakan menjadi Rp 6.1 triliun atau meningkat sebesar 6,98%.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.