Armenia dan Azerbaijan Setujui Gencatan Senjata Baru

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 18 2299574 armenia-dan-azerbaijan-setujui-gencatan-senjata-baru-Ywpf834sRp.jpg Foto: Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

WASHINGTON DC - Armenia dan Azerbaijan kembali sepakat untuk melakukan dan menghormati "gencatan senjata kemanusiaan" dalam konflik di wilayah kantong yang disengketakan, Nagorno-Karabagh. Ini adalah gencatan senjata ketiga yang disepakati kedua belah pihak setelah dua kesepakatan sebelumnya dilanggar.

Menurut pernyataan bersama dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dan kedua negara yang bertikai, gencatan senjata akan berlaku pada Senin (26/10/2020) pukul 8 pagi waktu setempat. Ditambahkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun bertemu dengan para menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan pada Sabtu.

BACA JUGA: Gencatan Senjata Dilanggar, Krisis Kemanusiaan Bayangi Nagorno-Karabagh

Dalam pernyataan terpisah, OSCE Minsk Group, yang dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, mengatakan ketua bersama kelompok itu dan menteri luar negerinya akan bertemu kembali pada 29 Oktober untuk membahas masalah Nagorno-Karabakh.

"Selama diskusi intensif mereka, para ketua bersama dan menteri luar negeri membahas penerapan gencatan senjata kemanusiaan segera, parameter yang mungkin untuk memantau gencatan senjata, dan memulai diskusi tentang elemen substantif inti dari solusi komprehensif," kata pernyataan dari Minsk Group yang dikutip Al Jazeera.

Gencatan senjata sebelumnya membuat jeda singkat pada Sabtu (24/10/2020) sebelum masing-masing pihak menuduh yang lain telah melanggarnya. Armenia pada Minggu (25/10/2020) menuduh pasukan Azeri menembaki pemukiman sipil.

BACA JUGA: Putin: Hampir 5.000 Orang Tewas dalam Konflik di Nagorno-Karabagh

Baku membantah membunuh warga sipil dan mengatakan siap melaksanakan gencatan senjata, asalkan pasukan Armenia mundur dari medan perang.

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabagh telah lama berlangsung, menewaskan sekira 30.000 orang dalam pertempuran 1991-1994. Wilayah kantong itu secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dijalankan oleh penduduk mayoritas Armenia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini