Warga Kuningan Temukan Mayat Bayi Dimakan Biawak di Sungai Ciporang

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 525 2299642 warga-kuningan-temukan-mayat-bayi-dimakan-biawak-di-sungai-ciporang-Ud5OPeNr6z.jpg (Foto: Okezone.com/Fathnur R)

KUNINGAN - Penemuan sesosok mayat bayi di aliran Sungai Ciporang, menggegerkan warga Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (26/10/2020),

Menurut Kepala Desa Pajawanlor, Yaser Munawar, mayat bayi tersebut ditemukan warga pukul  08.45 WIB. Awalnya, kata Yaser, warga merasa curiga karena ada bangkai yang terlihat di aliran Sungai Ciporang. Ketika didekati, ternyata bangkai itu adalah mayat bayi.

Dia menyebut, mayat bayi tersebut kondisinya mulai membusuk. Selain itu, dari pengakuan warga, salah satu bagian kaki dari mayat bayi itu telah dimakan biawak.

"Bayi ini ditemukan warga. Kondisinya mulai membusuk. Saat dilihat warga, ada seekor biawak yang sedang memakan mayat bayi itu. Badan mayat itu kemudian terbawa arus sungai," kata Yaser kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Mayat bayi ini diduga adalah bayi yang dibuang kedua orang tuanya ke sungai dengan sengaja. Sebab, ketika ditemukan, tali pusar bayi itu masih menempel di tubuhnya. 

Baca juga: Mancing di Selokan, 2 Pria Temukan Mayat Bayi

Sementara itu dalam keterangan resminya, Kapolsek Ciawigebang, Kompol Yayat Hidayat membenarkan adanya penemuan sesosok mayat bayi di aliran Sungai Ciporang. Ia menyatakan, mayat bayi ini detemukan oleh seorang warga bernama Wawan.

"Pada hari ini Senin, 26 Oktober 2020 pukul 08.45 WIB, saudara Wawan melihat bangkai yang terapung dan terbawa arus air di Sungai Ciporang. Kemudian Wawan bersama dengan warga lainnya mengangkat mayat bayi tersebut dari aliran Sungai Ciporang ke daratan," jelas Yayat.

Saat ini mayat bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD 45 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Yayat menyebut, mayat bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Mayat itu diduga sudah berada di sungai selama tiga hari. Sebab, ada sebagian kulit dari tubuh mayat bayi yang terkelupas.

"Hasil pengecekan ternyata seorang bayi laki-laki dengan tali pusar yang masih melekat di perutnya. Kaki sebelah kiri sudah tidak ada, diperkirakan sudah tiga hari berada di air dengan kulit sebagian sudah terkelupas," ucap Yayat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini