"Makanya, saya titip, siapa yang ingin jadi pemimpian, kuatkan niat. Jangan niatnya mencari nafkah dari kepemimpinan, niatnya itu pengabdian di dalam kepemimpinan, itu dua hal yang fundamental," tegasnya.
Menurutnya, jika keinginan menjadi pemimpin didasari oleh niat untuk mencari nafkah, maka pemimpin itu akan selalu mencari siasat dengan mencari cara-cara untuk mendapatkan penghasilan yang tidak semestinya.
"Saya hanya mendoakan, agar kemuliaan niat itu harus kuat. Untuk para calon-calon yang akan maju di 8 daerah, harus jadi pelajaran, apa yang terjadi ke beberapa kepala daerah dalam lima tahun terahir ini," imbuhnya.
Disinggung soal tampuk kepemimpinan di Kota Tasikmalaya, Kang Emil menjelaskan, sesuai aturan perundang-undangan, jika seorang wali kota atau bupati berhalangan memimpin, maka wakil wali kota atau bupati akan menempati posisi jabatan wali kota/bupati yang ditinggalkan.
"Itu kan sesuai peraturan perundangan, kalau nomor 1 berhalangan nomor 2 menggantikan," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.