Sejauh ini, lanjut Bima, penularan covid-19 terbesar di Kota Bogor masih dari klaster rumah tangga yang bersumber dari klaster perkantoran. Sedangkan, penularan di tempat umum saat ini tergolong minim.
"Polanya masih sama, penularan terbesar adalah di rumah tangga dan di perkantoran. Karena itu fokusnya adalah di situ. Rumah makan, restoran itu minim sekali. Jadi kita masih melanjutkan kebijakan untuk jam operasional masih jam 9 malam. Kemudian untuk musik dan lain-lain kami persilahkan waktu malam hari dengan protokol kesehatan," ungkapnya.
Baca Juga: PSBMK Kota Bogor Diperpanjang Sampai 10 November 2020
Bima pun mengaku tetap berada di Kota Bogor untuk memonitoring situasi tempat-tempat wisata dan lainnya selama masa libur panjang dan cuti bersama.
"Saya sendiri tidak akan keluar kota, terus memantau di sini. Jadi Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang rawan. Kita antisipasi lonjakan warga Jakarta sekitarnya ke Bogor. Lalu lintas tetap diatur, prokes juga harus tetap dipatuhi," tutup Bima.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.