Macron : Saya Memahami Kemarahan Umat Muslim, tapi Kekerasan Tak Dapat Dibenarkan

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 01 November 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 01 18 2302262 macron-saya-memahami-kemarahan-umat-muslim-tapi-kekerasan-tak-dapat-dibenarkan-6a5gjSTLoE.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto : Twitter/@EmmanuelMacron)

PARIS – Presiden Prancis, Emanuel Macron, mengaku memahami sikap umat Muslim terkait kartun Nabi Muhammad SAW. Namun, dia menegaskan tetap tak akan menoleransi kekerasan dengan alasan apapun.

Macron mengatakan, Prancis tidak akan mundur dalam menghadapi kekerasan dan akan membela hak kebebasan berekspresi. Hal itu termasuk penerbitan kartun Nabi Muhammad yang telah memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

Namun, Macron menegaskan, bukan berarti dia atau para pejabatnya mendukung kartun-kartun itu atau Prancis anti-Muslim.

"Jadi saya memahami dan menghormati bahwa orang dapat dikejutkan oleh kartun ini. Tetapi, saya tidak akan pernah menerima bahwa seseorang dapat membenarkan kekerasan fisik atas kartun ini. Saya akan selalu membela kebebasan di negara saya untuk menulis, berpikir, menggambar," kata Macron dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (1/11/2020).

"Peran saya adalah menenangkan segalanya, itulah yang saya lakukan. Tetapi pada saat yang sama, melindungi hak-hak ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, bulan lalu Macron berjanji memerangi “separatisme Islamis” yang menurutnya mengancam mengontrol beberapa komunitas Muslim di Prancis.

Prancis pun diguncang dengan pemenggalan seorang guru sejarah oleh seorang radikal yang ingin membalas dendam karena guru itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas untuk menjelaskan kebebasan berekspresi. Belum tuntas, serangan kedua terjadi tengah pekan lalu, yang menewaskan tiga orang di kota Nice.

Baca Juga : Respons Pernyataan Presiden Prancis, Jokowi Ajak Dunia Kedepankan Persatuan dan Toleransi

Macron kemudian membela penerbitan karikatur Nabi Muhammad, yang dianggapnya sebagai kebebasan berbicara dan berpendapat.Penggambaran sosok Nabi Muhammad dianggap penistaan oleh umat Islam.

Baca Juga : Imam Besar Al Azhar Minta UU Larang Ujaran Kebencian Terhadap Muslim

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini