"Kami konsisten akan terus mengasuransikan para petani. Begitu juga lahan pekerjaan petani. Target kami menghasilkan 3000 hektar lahan sawah. Tetapi untuk yang mendaftar," papar Olly.
Sejauh ini, jelas Olly, sudah 1500 yang mendaftar. Karena itu, jika ada dari petani Bolmut mempunyai sawah dan gagal panen atau terkena banjir, maka biaya pangan, bibit, dan upah itu dapat diganti oleh Pemerintah.
"Target kita juga Kementerian Pertanian ada 100 ribu Petani, tapi baru 35 ribu yang mendaftar. Kalau petani musti petani, kalau nelayan musti juga nelayan. Karena program pemerintah ini mengasuransikan biaya dan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi harus sesuai dengan identitas," paparnya.
Dia juga menekankan, tujuan dari semua yang diperjuangkan ini adalah adanya manfaat bagi masyarakat. Bahkan dalam setiap negosiasi investasi ataupun kerjasama pemerintahan, yang ditanyakan pertama adalah seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat Sulut.
"Inilah tugas kita. Maka kalau kita bersatu, kita solid, maka manfaatnya akan besar. Jika kita bekerja bersama-sama pasti hasilnya besar. Tapi kalau sendiri-sendiri hasilnya mampet," papar Olly.