Jerman Siapkan Kesepakatan Baru Trans-Atlantik untuk Presiden AS Terpilih

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Rabu 04 November 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 18 2304097 jerman-siapkan-kesepakatan-baru-trans-atlantik-untuk-presiden-as-terpilih-fuv9VDlLla.jpg Angela Markel dan Donald Trump. (Foto: Evan Vucci/Associated Press)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) telah merampungkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020. Penghitungan cepat pun tengah berlangsung, dengan Joe Biden menang tipis atas Donald J Trump.

Banyak negara tengah menantikan siapa presiden baru di Amerika, salah satunya adalah Jerman. Mereka menantikan kerjasama terbaru dengan Amerika, terlepas siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden AS.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan akan mengajukan kesepakatan baru dengan Amerika Serikat setelah pemilihan presiden AS. Pasalnya, selama masa jabatan Donald Trump hubungan antara Jerman-Amerika memburuk.

"Kami membutuhkan kemitraan transatlantik yang berhasil, kami menginginkan 'kesepakatan baru' dalam kemitraan ini dan kami siap untuk berinvestasi dalam hubungan kami," katanya seperti dilansir dari euronews.

Heiko Maas menekankan perlunya berinvestasi di masa depan, sebagai mitra transatlantik, untuk bersama-sama menanggapi masalah global yang muncul. "Ini adalah pemilihan yang akan membuka jalan bagi sesuatu, terutama yang berkaitan dengan peran Amerika Serikat di dunia," jelas dia.

Awal tahun ini, Maas telah mengindikasikan hubungan AS-Jerman mungkin rusak, bahkan jika Joe Biden memasuki Gedung Putih.

"Setiap orang yang berpikir segala sesuatu dalam kemitraan trans-Atlantik akan seperti dulu, mereka meremehkan perubahan struktural," katanya dalam wawancara dengan kantor pers Jerman DPA pada 28 Juni.

 

"Hubungan trans-Atlantik luar biasa penting, mereka tetap penting, dan kami bekerja untuk memastikan mereka memiliki masa depan. Tapi dengan cara mereka (Amerika) sekarang, mereka tidak lagi memenuhi tuntutan kedua belah pihak," tambah dia.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel menolak untuk membuat pernyataan apapun tentang masalah ini. Sementara itu, Menteri Keuangan, Olaf Scholz, berharap bahwa masa depan Amerika ditandai dengan rekonsiliasi dan bukan perpecahan. (mrt)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini