Status Gunung Merapi Siaga, Sultan HB X : Masyarakat Tak Perlu Panik

Kuntadi, Koran SI · Kamis 05 November 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 510 2304943 status-gunung-merapi-siaga-sultan-hb-x-masyarakat-tak-perlu-panik-S1SUlEKw87.jpg Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X (foto: Okezone.com)

YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X, minta masyarakat Kabupaten Sleman yang tinggal di sisi timur, selatan dan barat Gunung Merapi untuk waspada. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah meningkatkan status Gunung Merapi naik dari waspada ke siaga.

“Saya minta warga Sleman khususnya di sebelah timur, selatan dan barat untuk memperhatikan. Status Merapi sudah ditingkatkan dari waspada ke siaga,” kata Sultan, di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/11/2020).

Baca juga:

12 Desa Diminta Waspada Kenaikan Status Merapi Menjadi Siaga

Sleman Tetapkan Darurat Bencana Merapi, Radius 5 Km dari Gunung Dikosongkan

Sultan mengatakan, warga di lereng Merapi sudah paham dengan kondisi alam di sana. Mereka sudah banyak memiliki pengalaman terhadap kondisi gunung teraktif di dunia ini.

“Saya rasa mereka sudah tahu. Sudah banyak pengalaman terhadap Merapi,” ujar Sultan.

Sultan juga meminta kepada Pemkab Sleman untuk ikut mempersiapkan diri. Salah satunya menyangkut kesiapan jalur pengungsian, dan langkah evakuasi terhadap warga.

“Saya kira tidak perlu panik, sudah hapal. Yang jauh juga tidak usah panik,” kata Sultan.

Terkait peningkatan status ini, Pemda DIY juga akan menindaklanjuti. Sultan akan mengeluarkan surat edaran agar ada persiapan dan langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.

“Mungkin besok saya juga akan keluarkan edaran,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, setelah letusan eksplosif 21 Juni 2020, kegempaan internal yaitu VA, Vulkanik Dangkal (VB) dan Fase Banyak (MP) mulai meningkat. Sebagai perbandingan, pada bulan Mei 2020 gempa VA dan VB tidak terjadi dan gempa MP terjadi 174 kali. Pada bulan Juli 2020 terjadi gempa VA 6 kali, VB 33 kali dan MP 339 kali.

Selain itu juga terjadi pemendekan jarak baseline Electronic Distance Measurement (EDM) sektor Barat Laut Babadan-RB1 (selanjutnya disingkat EDM Babadan) sebesar 4 cm sesaat setelah terjadi letusan eksplosif 21 Juni 2020. Pemendekan jarak terus berlangsung dengan laju sekitar 3 mm/hari sampai September 2020.

Sejak bulan Oktober 2020 lalu, kegempaan meningkat semakin intensif. Pada 4 November 2020 rata-rata gempa VB 29 kali/hari, MP 272 kali/hari, Guguran (RF) 57 kali/hari, Hembusan (DG) 64 kali/hari. Laju pemendekan EDM Babadan mencapai 1 1 cm/hari. Energi kumulatif gempa (VT dan MP) dalam setahun sebesar 58 GJ.

“Kondisi data pemantauan di atas sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi 2010,” kata Hanik.

Berdasarkan pengamatan morfologi kawah Gunung Merapi dengan metoda Foto Udara (Drone) pada tanggal 3 November 2020 belum terlihat adanya kubah lava baru. Sampai saat ini kegempaan dan deformasi masih terus meningkat, ini dimungkinkan terjadi karena proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif. Begitu juga dengan ancaman guguran lava, lontaran material dan awanpanas sejauh maksimal 5 km.

“Sehubungan dengan hal itu, status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (level Il) menjadi Siaga (level Ill) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB,” kata Hanik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini