Banyak Pasangan Muda Nikah Dini di Masa Pandemi

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 05 November 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 519 2304572 banyak-pasangan-muda-nikah-dini-di-masa-pandemi-XUZr13ralQ.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

KEDIRI- Permohonan dispensasi pernikahan atau menikah dalam usia dini di Kabupaten Kediri meningkat pesat selama masa pandemi COVID-19. Terhitung hingga akhir Oktober, Pengadilan Agama Kediri telah menerima sebanyak 507 permohonan. Dibanding tahun 2019 terjadi kenaikan angka dua kali lipat.

"Sepanjang tahun 2019, jumlah kasus pernikahan dini sebanyak 253," ujar Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Heri Eka Siswanta kepada wartawan, Kamis (4/11/2020).

Terjadinya kasus pernikahan dini disebabkan berbagai hal. Informasi yang dihimpun, salah satunya alasan klasik, yakni MBA alias Married by accident, atau hamil duluan.

Meski masih terbilang berusia remaja, mereka terpaksa harus dinikahkan. Ada juga alasan untuk mengantisipasi perzinahan. Khawatir pacaran yang kelewat batas, orang tua berinisiatif mengantarkan anaknya ke pelaminan.

Menurut Heri, kurangnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor penyebab. "Kesibukan pada pekerjaan menjadikan perhatian ke anak menjadi berkurang," kata Heri.

Apalagi dengan adanya dampak ekonomi dan sosial dari pandemi COVID-19. Yakni banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan. Untuk menyelamatkan ekonomi rumah tangga, semakin banyak orang tua yang sibuk ke sana ke mari.

Akibatnya buah hati yang mulai tumbuh remaja menjadi tidak terurus dengan baik. Menurut Heri, fungsi dan peran orang tua dalam mendidik anak telah tergantikan lingkungan. "Prilaku anak banyak dipengaruhi lingkungan sekitar," kata dia.

Sementara semua permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke pengadilan, rata rata dikabulkan.

Baca Juga : Sembunyi 3 Hari di Rumah Kosong, 2 Siswi Lolos dari Ancaman Eksploitasi

Baca Juga : Waspada! Awan Berbentuk Mangkok Picu Turbulensi di Pesawat

Meski UU No 1 Tahun 1974 menjadi UU No 16 Tahun 2019 telah mengubah syarat usia calon kedua mempelai menjadi minimal sama 19 tahun, mayoritas permohonan dispensasi tetap dikabulkan. Kendati demikian, kata Heri, sebelum dispensasi diberikan pihak pengadilan tetap memberi petuah dan penjelasan.

Yakni bagaimana terbentuknya sebuah keluarga harmonis dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya agama atau keyakinan, saling cinta kasih, komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, terbuka dan saling menjaga empati. "Hal hal yang harus diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan," ujar Heri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini