Dianggap Menentukan Pilpres AS, Penghitungan Suara di Pennsylvania Jadi Sorotan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 07 November 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 18 2305739 dianggap-menentukan-pilpres-as-penghitungan-suara-di-pennsylvania-jadi-sorotan-rsFDrmLlbu.JPG Petugas terus melakukan penghitungan suara (Foto: Reuters/John Altdorfer)

PHILADELPHIA – Sorotan mengarah kepada Negara Bagian Pennsylvania. Sebab, hasil penghitungan suara di negara bagian tersebut diyakini krusial untuk mengamankan suara calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Normalnya, hasil perhitungan suara sudah bisa disertifikasi pada Jumat pertama setelah hari pemilihan. Akan tetapi, ada kemungkinan perhitungan suara baru selesai pekan depan. Sebab, masih ada beberapa county yang menunggu kedatangan surat suara hingga Senin 9 November 2020.

Puluhan ribu surat suara yang dikirim lewat pos, begitu juga surat suara dari anggota militer dan luar negeri, diklaim bakal menentukan hasil Pilpres AS. Sebab, tambahan 20 suara elektoral dari Pennsylvania akan krusial untuk Joe Biden mau pun calon Presiden AS petahana Donald Trump.

Di Allegheny County, para petugas terus menyortir surat suara hingga Jumat 6 November 2020 malam waktu setempat. Proses tersebut akan terus dilakukan hingga larut malam waktu setempat atau Sabtu (7/11/2020) siang WIB.

“Mereka terus melakukannya di bawah pengawasan ketat. Wartawan berkumpul di sini untuk menyaksikan prosesnya. Ada kamera di mana-mana. Jadi, ini adalah proses yang sangat transparan,” ujar County Executive Allegheny, Rich Fitzgerald, dikutip dari Associated Press, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Donald Trump Minta Joe Biden Tidak Buru-Buru Klaim Kemenangan

Kendati prosesnya terus dilakukan, masih ada kemungkinan terjadinya penundaan sertifikasi hasil. Menurut undang-undang Negara Bagian Pennsylvania, jika terdapat selisih kurang dari setengah poin persentase antara total suara Biden dan Trump, maka penghitungan ulang harus dilakukan.

Sesuai hukum yang berlaku, negara bagian harus menyerahkan pengembalian tidak resmi ke negara bagian pada hari Selasa. Setelah jangka waktu untuk memungkinkan penghitungan ulang, menyatakan hasil mereka ke negara bagian pada 23 November.

Lamanya proses penghitungan suara itu membuat tidak hanya warga AS, tetapi juga dunia, cemas menantikan hasil. Apalagi, Pennsylvania termasuk negara bagian mengambang, yang dipandang sangat penting untuk menentukan pemenang.

Hingga Sabtu (7/11/2020), total suara elektoral untuk Joe Biden menyentuh angka 264, sesuai perhitungan Associated Press. Andai berhasil merebut Pennsylvania, maka kemenangan sudah pasti dikantongi oleh Joe Biden.

Sementara bagi Donald Trump, tambahan suara dari Pennsyvlania memang tidak langsung membuatnya memepet Joe Biden. Sebab, calon dari Partai Republik itu baru mengumpulkan 214 suara elektoral, minus Pennsylvania.

Sadar lawannya tinggal selangkah lagi menuju Gedung Putih, Donald Trump meminta Joe Biden untuk tidak buru-buru mengklaim kemenangan. Sebab, dirinya dan tim kampanye akan memulai proses hukum guna mencari keadilan terkait hilangnya keunggulan telak di awal penghitungan.

“Joe Biden tidak seharusnya mengklaim kemenangan. Saya juga bisa membuat klaim serupa. Proses hukum sekarang baru dimulai!” cuit Donald Trump lewat akun @realDonaldTrump.

“Saya memegang keunggulan telak di negara-negara bagian ini hingga malam hari pemilihan, hanya untuk melihat keunggulan ini secara ajaib menghilang seiring berjalannya waktu. Mungkin keunggulan ini akan kembali seturut proses hukum!” lanjut Donald Trump.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini