Geger Buaya Disebut Jelmaan Manusia, Dikasih Kelapa Hijau dan Diselimuti Kain Kafan

Herman Amiruddin, Okezone · Jum'at 13 November 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 340 2309091 geger-buaya-disebut-jelmaan-manusia-dikasih-kelapa-hijau-dan-diselimuti-kain-kafan-yL00vXzJkE.jpg Foto: Okezone

MAKASSAR - Seekor buaya tiba-tiba naik ke permukaan Sungai Tello, Makassar, Sulawesi Selatan. Awalnya buaya sepanjang 2 Meter tersebut naik ke daratan tepat di depan rumah warga bernama Ammang.

(Baca juga: Heboh Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Berbau SARA, Ini Faktanya)

Saat itu Ammang sedang berada di depan rumahnya yang berlokasi di Jembatan Sungai Tello, Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Tiba-tiba warga bernama Ali Boha melihat buaya itu. Keduanya lalu mengevakuasi buaya tersebut.

"Ammang saat itu ada di rumahnya dan tiba-tiba dipanggil oleh Ali Boha untuk datang ke depan rumahnya dan menyampaikan jika telah menemukan 1 ekor buaya muara panjang sekitar 2 meter," kata Bhabinkamtibmas Polsek Panakkukang, Bripka Muhammad Kazim kepada Okezone, Jumat (13/11/2020).

(Baca juga: Viral Remaja Bermain Skateboard di Monumen Bersejarah, Warga: Pelecehan Terhadap Pejuang!)

Kazim melanjutkan, bahwa buaya itu pertama kali ditemukan oleh dua orang warga itu (Ali Boha dan Ammang) pada Selasa (10/11/2020) malam.

Dan setelah keesokan harinya, Rabu 11 November 2020 sekitar pukul 11.00 Wita Ammang kembali mengajak Ali Boha, Ade, dan Asrul untuk mengevakuasi buaya tersebut ke pinggiran sungai.

"Ammang juga menyampaikan kepada keluarganya yang lain. Dan keluarganya mengakui jika itu adalah kembaran manusia," lanjutnya.

Dimana kondisi buaya tersebut menurut keterangan Ammang bahwa buaya tersebut dalam keadaan sehat dan tidak terluka. Buaya tersebut oleh warga diselimuti kain kafan dan diberi kelapa hjiau.

Kemudian buaya tersebut di bawa kembali ke Jalan Paccinang 5 rumah keluarga Ammang, Muliadi untuk dipertemukan dengan orang yang mengaku keluarga dari buaya tersebut.

Mendengar informasi tersebut Binmas dan Babinsa Kelurahan Tello Baru Kecamatan, Panakkukang Bripka Muhammad Kasim dan Serka Irwan mendatangi rumah Mulyadi.

"Jadi kami datang berkoordinasi tentang keberadaan buaya tersebut dan menayakan beberapa hal terkait penemuan buaya muara itu yang diakuinya sebagai buaya kembaran manusia," jelas Kasim.

Kasim kemudian menyampaikan dan memberi sarana ke salah satu tokoh masyarakat agar buaya itu di kandangkan demi keselamatan warga sekitar.

"Namun dipercaya konon jika buaya kembaran manusia tidak akan memangsa orang apalagi keluarga sendiri," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini