Selama dekade lalu, China telah membuat berang Vietnam dengan mengirim kapal-kapal survei dan anjungan minyak ke perairannya, membuat hubungannya dengan Malaysia dingin karena aktivitas garda pantainya dan membuat marah Filipina karena mengambil alih kawasan sengketa yang kaya ikan. China memiliki angkatan bersenjata terkuat di Asia.
PM Malaysia Muhyiddin Yassin dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan pernyataan publik berisi ucapan selamat kepada Biden pada hari Minggu lalu, disusul oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah keesokan harinya.
Duterte, meskipun menjalin persahabatan dengan Beijing sejak 2016, mengatakan melalui media di Filipina bahwa ia berharap ada perbaikan hubungan dengan AS di bawah Biden yang didasarkan pada “komitmen bersama bagi demokrasi, kebebasan dan supremasi hukum.” Kata-kata itu kerap digunakan untuk menggambarkan kontras dengan pemerintahan otoriter China.
Biden belum berbicara dengan salah satu pemimpin China atau Asia Tenggara sejak akhir pekan lalu, sewaktu ia dan pasangannya, wakil presiden terpilih Senator Kamala Harris, diproyeksikan menang dalam pemilihan presiden 3 November dari Trump dan pasangannya, wakil presiden Mike Pence.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.