Berakhirnya Pelarian Penculik Perempuan Paling "Berbahaya" di Lampung

Heri Fulistiawan, iNews · Senin 16 November 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 340 2310378 berakhirnya-pelarian-penculik-perempuan-paling-berbahaya-di-lampung-lIe7k1IYD8.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

LAMPUNG - Berakhir sudah pelarian seorang pelaku penculikan perempuan-perempuan muda yang sempat membuat geger wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Tersangka merupakan resedivis dengan kasus yang sama, pelaku sempat menjalani hukuman tujuh tahun penjara di Lapas Kalianda, Lampung Selatan, program asimilasi covid 19 yang membuat dirinya menghirup udara bebas.

Namun bukan malah bertobat, justru pelaku malah melakukan perbuatan serupa, dengan menculik perempuan muda hingga melakukan perbuatan asusisila kepada para korbannya.

Di hadapan penyidik unit jatantras Polres Lampung Selatan, Sudira (60) mengakui semua perbuatanya telah menculik wanita muda hingga dewasa hanya untuk memenuhi nafsu bejatnya, dari pengakuanya sudah lebih dari lima korban yang dia mangsa. Di mana korban yang sudah ditipu dan diculik oleh tersangka berasal dari wilayah kabupaten lampung selatan dan juga dari Pulau Jawa, selain itu pelaku juga menguras harta benda milik korbanya.

Ironis, saat pelaku diamankan petugas di persembunyianya, pelaku bersama dengan korban yang baru, wanita tua asal Cikesik Pandegelang Banten, dengan terbata-bata, korban menuturkan dirinya telah ditipu oleh pelaku dengan iming-iming sejumlah uang.

Dari pengakuan korban, sebelum dibawa pelaku, korban sempat ditepuk pundaknya sebanyak tiga kali hingga akhirnya menuruti semua permintaan pelaku.

Yang cukup menghebohkan pelaku juga telah membawa kabur seorang gadis berisial ORF (20) asal Kalianda, Lampung Selatan dengan modus pelaku mengaku sebagai kakek korban dan mengajak korban pergi ke bank untuk mengambil uang.

Ketika korban berangkat bersama tersangka menuju bank, korban justru dibawa ke arah pelabuhan Bakauheni dan diperintahkan untuk membeli tiket penyeberangan, dengan terpaksa korban menuruti kemauan tersangka lantaran mendapatkan ancaman akan dibunuh.

Setelah tiba di Pulau Jawa dan singgah di rumah kerabat tersangka, korban dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya hingga berkali-kali, apabila korban tidak menuruti, korban kembali diancam akan dibunuh.

Saat di lakukan pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan sejumlah kartu identitas dan beberapa kartu ATM dan SIM yang diduga kuat milik dari para korbannya,

"Saat ini kami akan terus melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan termasuk pesikologis pelaku," jelas Kanit Jatanras Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Alpiandi Hartanto.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Lampung Selatan dan akan dijerat dengan Pasal 328 junto Pasal 285 kitab undang-undang hukum pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini