Biden: Banyak Orang Mungkin Tewas karena Proses Transisi Dihambat Trump

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 17 November 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 18 2310903 biden-banyak-orang-mungkin-tewas-karena-proses-transisi-dihambat-trump-bRCVSo2w78.jpg Presiden Terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

WILMINGTON – Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah memperingatkan "orang-orang mungkin mati" jika transisi ke pemerintahannya yang akan datang terus dihalangi oleh petahana Donald Trump.

Berbicara di Delaware, Biden mengatakan perlu adanya koordinasi untuk mengatasi wabah virus corona. Dia menyebut penolakan Presiden Trump untuk mengakui kekalahannya dalam Pilpres, meski ada tekanan dari dua sisi, "sama sekali tidak bertanggung jawab".

Administrasi Layanan Umum (GSA), badan pemerintah yang ditugaskan memulai proses transisi untuk presiden baru, belum mengakui Biden dan pasangannya Kamala Harris sebagai pemenang Pilpres. Hal ini membuat mereka tak memiliki akses ke pengarahan sensitif pemerintah yang biasanya diberikan kepada administrasi masuk.

BACA JUGA: Meski Dicap 'Bebek Cacat', Trump Masih Miliki 75 Hari Kekuasaan Tanpa Batas

Para penasihat Biden mengatakan bahwa penolakan Trump untuk melakukan transisi juga berarti timnya telah dikecualikan dari perencanaan seputar strategi distribusi vaksinasi.

"Apakah ada yang mengerti ini? Ini tentang menyelamatkan nyawa, sungguh, ini bukan hiperbola," kata Biden berbicara tentang transisi yang terhenti dalam pidatonya pada Senin (16/11/2020).

"Lebih banyak orang mungkin mati jika kita tidak berkoordinasi," tambahnya.

Diwartakan BBC, Biden menyebut distribusi vaksin nasional sebagai “usaha yang sangat besar”, dan mengatakan bahwa akan sangat terlambat jika timnya harus menunggu sampai hari pelantikan, pada 20 Januari, untuk dapat mulai mengerjakan program distribusi.

BACA JUGA: Tinggal 2 Bulan Berkuasa, Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran

Ditanya apakah dia akan mendorong para pemimpin negara bagian untuk menerapkan kembali perintah tinggal di rumah, presiden terpilih mengesampingkan, dan malah meminta para pejabat untuk mendorong penggunaan masker.

Biden memiliki 306 suara di electoral college, melebihi ambang batas 270 yang dibutuhkan untuk menang. Namun, Trump tidak mengakui kemenangan Biden, menuding adanya kecurangan dan manipulasi suara.

Kampanye Trump meluncurkan banyak tantangan hukum setelah pemungutan suara 3 November untuk memperebutkan penghitungan suara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini