Penelitian Terbaru, Masker Hanya Beri Manfaat Terbatas

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 19 November 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312320 penelitian-terbaru-di-denmark-masker-hanya-beri-manfaat-terbatas-Hguy5njqsQ.jpg Foto: Okezone

DENMARK - Penelitian terbaru di Denmark menunjukkan masker yang digunakan di wajah tidak bisa memberikan manfaat maksimal bagi penggunanya.

Para peneliti menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam jumlah orang yang tertular virus Covid-19 dalam kelompok yang memakai masker di depan umum dibandingkan dengan kelompok yang tidak memakai masker.

Penelitian yang dipublikasikan dalam “Annals of Internal Medicine” ini dilakukan pada April dan Mei ketika pihak berwenang Denmark tidak merekomendasikan penggunaan masker di wajah.

Tim peneliti dari Rumah Sakit Universitas Kopenhagen merekrut lebih dari 6.000 orang dewasa dan membaginya menjadi dua kelompok. Satu yang memakai masker bedah di tempat umum dan satu kelompok yang tidak memakai masker.

Hasil penelitian menunjukkan, setelah satu bulan, 1,8 persen orang yang memakai masker telah terinfeksi virus tersebut. Sebagai perbandingan, 2,1 persen orang dalam kelompok yang tidak memakai masker dinyatakan positif COVID-19.

(Baca juga: Di Negara Ini, Rasa Kesepian Meroket Akibat Pandemi Covid-19)

Perbedaan antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. “Studi ini tidak mengkonfirmasi pengurangan risiko infeksi yang diharapkan untuk orang yang memakai masker wajah. Hasilnya bisa menunjukkan tingkat perlindungan yang lebih moderat dari 15 hingga 20 persen, namun, penelitian tidak dapat mengesampingkan jika masker wajah tidak memberikan perlindungan apa pun,” tulis penelitian itu.

Kendati demikian, tim mengatakan temuan ini tidak boleh digunakan untuk membantah penggunaan masker secara luas karena masker terbukti mencegah orang menulari orang lain.

Penelitian ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merevisi pedomannya, mengatakan masker melindungi pemakainya sama seperti orang-orang di sekitar mereka.

Diketahui, selama periode penelitian, hanya sekitar dua persen penduduk Denmark yang terjangkit virus corona, lebih rendah dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia.

Temuan ini pun ditampik beberapa ahli kesehatan. Mereka tidak setuju dan mengatakan peneltian ini memiliki kelemahan yakni tidak memverifikasi penggunaan masker secara independen atau pengguna memakainya dengan benar.

“Sama sekali tidak ada keraguan bahwa masker berfungsi sebagai kontrol sumber”, ungkap Dr Thomas Frieden, mantan Direktur CDC.

“Pertanyaan yang dirancang untuk dijawab oleh studi ini adalah: Apakah mereka bekerja sebagai perlindungan pribadi? Masker N95 lebih baik daripada masker bedah. Masker bedah lebih baik dari kebanyakan masker kain. Masker kain lebih baik daripada tidak sama sekali,” tambahnya.

Adapun penelitian sebelumnya menyimpulkan temuan serupa, yakni masker hanya memberikan perlindungan terbatas bagi orang yang memakainya. Tetapi secara dramatis dapat mengurangi risiko bagi orang lain jika pemakainya terinfeksi, bahkan saat tidak menunjukkan gejala

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini