Polda Jabar Akan Periksa Habib Rizieq soal Kerumunan Massa di Megamendung

Agus Warsudi, Koran SI · Sabtu 21 November 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 525 2313645 polda-jabar-akan-periksa-habib-rizieq-soal-kerumunan-massa-di-megamendung-0MJZC1ThME.jpg foto: Okezone

BANDUNG - Polda Jawa barat (Jabar) akan memeriksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait acara di Megamendung, Puncak. Kabupaten Bogor pada Jumat 13 November 2020 lalu.

Kehadiran Habib Rizieq di Megamendung adalah melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz diketahui menimbulkan kerumunan massa.

(Baca juga: Menilik Markaz Syariah Habib Rizieq di Megamendung yang Dijaga Ketat)

"Ke depannya (Habib Rizieq Shihab) pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi. Jadi alur permasalahannya akan jelas," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, saat ditemui di Mapolda Jabar, Sabtu (21/11/2020).

Namun dia belum memastikan kapan Habib Rizieq dipanggil dan diperiksa. Yang pasti, penyidik bakal memanggil Habib Rizieq setelah beberapa orang, termasuk Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin selesai diperiksa. "Menunggu setelah pemeriksaan terhadap beberapa orang yang saat ini diperiksa, selesai," sambungnya.

(Baca juga: Meninggal Terpapar Covid-19, Ketua PA 212 Cilacap Sempat Dikabarkan Jemput Habib Rizieq)

Selain acara di Megamendung, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar juga ingin mengetahui kapasitas Habib Rizieq dalam kegiatan itu, sebagai penyelenggara, pemilik tempat, atau tamu.

"Kami mendalami apakah Habib Rizieq ini sebagai pemilik lokasi tersebut atau diundang. Jadi, Habib Rizieq pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, menyebut pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan yang dihadiri pentolan FPI, Habib Rizieq, di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Jumat (13/11).

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz diketahui menimbulkan kerumunan massa.

Pihak panitia kegiatan juga tidak pernah mengajukan perizinan, baik kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun pihak kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini