Share

Gerebek Pabrik Rumahan, Polrestabes Bandung Sita 150 Kg Tembakau Gorila Kualitas Super

Agus Warsudi, Koran SI · Senin 23 November 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 525 2314509 gerebek-pabrik-rumahan-polrestabes-bandung-sita-150-kg-tembakau-gorila-kualitas-super-MFjK2fJoKA.jpg Polrestabes Bandung merilis pengungkapan tembakau gorila. (Foto : Sindo/Agus Warsudi)

BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menggerebek pabrik rumahan ganja sintetis atau tembakau gorila. Dari pabrik ini, petugas menyita 150 kilogram (kg) tembakau gorila kualitas super siap edar.

Selain barang bukti 150 kg tembakau gorila dan 2 kg bahan baku berupa serbuk putih, polisi menangkap sembilan tersangka. Kesembilan tersangka tersebut antara lain HF, HS, ARB, BCL, BCH, SM, AN, RD, dan AA.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan kasus tembakau gorila terbesar di Indonesia ini berawal dari informasi warga marak peredaran ganja sintetis.

Berdasarkan informasi tersebut, kata Kapolrestabes Bandung, personel Satres Narkoba bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, melakukan penyelidikan intensif.

Hasilnya, pada Rabu, 18 November 2020 sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menggerebek pelaku di sebuah hotel di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung. Di sana, petugas menangkap tiga tersangka, yaitu HF HS, dan AR.

"Dari tiga tersangka itu, kami menyita barang bukti 2 kilogram ganja sintetis atau tembakau gorilla," kata Kapolrestabes Bandung didampingi Kasatres Narkoba AKBP Ricky Hendarsyah dan Kasubbag Humas AKP Rahayu Mustikaningsih saat konferesi pers pengungkapan kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).

Kombes Ulung mengemukakan, tersangka HF, HS, dan AR mengaku mendapatkan 2 kg bahan baku tembakau gorila itu dari Jakarta. Kasus dikembangkan hingga petugas menggerebek sebuah hotel di Cengkareng, Tangerang, Banten.

Di lokasi ini, polisi mengamankan dua tersangka, BCL dan BCH yang akan mengambil 2 kg bahan baku pembuatan tembakau gorilla di bandar udara (bandara) pada Rabu, 18 November 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. Dua kilogram bahan baku ini bisa untuk membuat 400 kg tembakau gorila.

"Bahan baku tembakau gorila ini didatangkan dari China melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun, sebelum diterima, para pelaku ditangkap terlebih dahulu. Tersangka BCL dan BCH mengaku bahan baku tembakau gorila itu milik dari tersangka SM," ujar Kombes Ulung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak berhenti di situ, tutur Kapolrestabes Bandung, anggota Satres Narkoba Polrestabes Bandung mengembangkan kasus dengan menangkap tersangka SM di rumah orang tuanya di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung pada Rabu, 18 November 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

"Kepada petugas, tersangka SM bersedia menunjukkan tempat pembuatan atau pabrik rumahan yang memproduksi tembakau gorilla tersebut, yakni di sebuah apartemen di Kota Bekasi dan Kalibata, Jakarta Selatan," tutur Kapolrestabes Bandung.

Dalam penggerebekan di apartemen Kota Bekasi dan Kalibata pada Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 02.00 WIB, kata Kombes Pol Ulung, petugas menangkap tersangka AN dan RD. Di apartemen itu petugas mengamankan 150 kilogram tembakau gorila yang telah dikemas dalam ukuran 5 gram, 15 gram, 25 gram, dan 500 gram.

"Tersangka AN dan RD mengaku pembuatan tembakau gorila itu atas suruhan tersangka AA yang ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung pada Kamis 19 November 2020 pagi," kata Kombes Ulung.

Baca Juga : Polisi Bongkar Sindikat Pembuat Tembakau Gorila Cair

Berdasarkan hasil uji laboratorium di Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal (Puslabfor Bareskrim) Polri, ujar Kapolrestabes Bandung, tembakau gorila yang diproduksi para tersangka tergolong dalam narkotika golongan I sesuai Permenkes Nomor 5 tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

"Para terangka dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 132 ayat 1, dan atau Pasal 112 ayat 2 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana mati atau penjara paling lama 20 tahun," ujar Kapolrestabes Bandung.

Baca Juga : Polisi: Tembakau Gorila Cair Bisa Menyebabkan Kematian

"Dengan pengungkapan ini, Polrestabes Bandung menyelamatkan 1,5 juta warga dari bahaya penyalahgunaan narkoba," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini