Joe Biden Calonkan Imigran Yahudi Kelahiran Kuba Jadi Menteri Keamanan Dalam Negeri

Ahmad Islamy Jamil, iNews · Selasa 24 November 2020 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2314957 joe-biden-calonkan-imigran-yahudi-kelahiran-kuba-jadi-menteri-keamanan-dalam-negeri-UjUndZUqFi.jpg Joe Biden (Reuters)

WASHINGTON DC – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, calonkan Alejandro Mayorkas yang merupakan imigran Yahudi Kuba sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri. Mayorkas akan menjadi imigran pertama yang memimpin birokrasi di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).

Mayorkas merupakan mantan jaksa federal yang tugasnya berfokus pada layanan imigrasi AS. Setelah meninggalkan jabatan itu, dia ditunjuk menjadi wakil menteri di DHS saat pemerintahan Presiden Barack Obama.

Saat itu, Mayorkas bertugas mengawasi implementasi Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA), yakni program yang menawarkan kewarganegaraan bagi jutaan penduduk lama AS yang memasuki negara itu secara ilegal. Namun, saat pemerintahan Trump, program tersebut dihentikan dan digugat di pengadilan, sebagai bagian dari upaya keras Gedung Putih melawan imigran tidak berdokumen di AS.

Mayorkas akan menjadi imigran pertama yang memimpin birokrasi di DHS, yang misinya difokuskan pertama-tama untuk melindungi negara dari terorisme, serangan dunia maya, dan bencana alam. Mayorkas menyinggung soal sejarah keluarganya yang dulu berstatus pengungsi di AS. Ibunya adalah seorang Yahudi Rumania yang melarikan diri ke Kuba. Sementara, ayahnya adalah Yahudi Kuba yang kemudian membawa keluarganya pindah ke AS pada 1960, sebelum ulang tahun pertama Mayorkas.

“Ketika saya masih sangat muda, Amerika Serikat menyediakan tempat perlindungan bagi keluarga saya dan saya,” cuitnya, dikutip AFP, Selasa (24/11/2020).

“Sekarang, saya telah dinominasikan untuk menjadi menteri DHS dan mengawasi perlindungan semua orang Amerika dan mereka yang melarikan diri dari penganiayaan untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai.”

DHS dibentuk setelah serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaeda. Departemen itu didirikan untuk mengoordinasikan keamanan dalam negeri melawan potensi terorisme.

Akan tetapi, kementerian tersebut melakukan kontrol perbatasan dan penegakan aturan keimigrasian, manajemen bencana, keamanan dunia maya, serta keamanan transportasi udara dan laut. Saat ini, ada sekitar 240.000 pegawai di DHS.

Sayangnya, lembaga itu menjadi departemen besar yang misi intinya tidak didefinisikan dengan baik, dan sangat dipolitisasi selama pemerintahan Trump. Trump mengguncang kepemimpinan DHS, ketika dia mencari pejabat yang dapat menghentikan sepenuhnya imigrasi legal dan ilegal dan bersedia melakukan hal-hal ekstrem, seperti memisahkan keluarga dan mengisolasi anak-anak, untuk mencegah imigran tidak berdokumen.

Politikus Partai Demokrat, Joaquin Castro—yang memimpin Kongres Kaukus Hispanik—menyebut Mayorkas sebagai pilihan yang fantastis dalam kabinet Biden.

Baca Juga : Joe Biden Bakal Jadikan Janet Yellen Menkeu Perempuan Pertama di AS

“Setelah kekejaman dan kehancuran yang ditimbulkan oleh pemerintahan Trump, Mayorkas memiliki mandat untuk merombak DHS,” kata Castro. “Sebagai mantan wakil menteri DHS dan pelaksana utama DACA, dia memiliki pengalaman yang diperlukan untuk mewujudkan reformasi yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga : Tim Transisi Biden Kesulitan Mengakses Data Resmi Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini