Berebut Harta, Dua Istri Pengusaha Bangunan Bentrok di Sumut

Dahris Matondang, iNews · Selasa 24 November 2020 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 608 2314973 berebut-harta-dua-istri-pengusaha-bangunan-bentrok-di-sumut-cHl2jBrIBO.jpg Dua istri pengusaha bangunan terlibat adu mulut (Foto: Dahris Matondang)

MEDAN - Dua istri muda pengusaha panglong, atau penjual bahan bangunan terlibat adu mulut di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Istri kedua berupaya menguasai dan menyita harta barang dagangan usaha milik istri ketiga.

Yakni, dengan cara mengklaim sebagai harta peninggalan almarhum suami. Niatnya gagal lantaran pembeli bahan bangunan beramai- ramai memprotesnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 23 November 2020 di Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Dua istri yang terlibat adu mulut itu Ijah, istri kedua, warga Desa Sipare - pare dengan Putri, istri ketiga, warga Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih, Batu Bara.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Ratusan Orang Pascabentrok Ormas di Sukabumi

Keduanya merupakan istri muda dari seorang pengusaha panglong penjual bahan bangunan, Misman yang telah meninggal dunia. Keributan keduanya terjadi saat istri kedua mendatangi tempat usaha panglong milik istri ketiga.

Pada saat tempat usaha tersebut ditutup dan ditinggal oleh pemiliknya yang berada di Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih. Dengan menggunakan dua truk, sejumlah barang dagangan yang berada di tempat penyimpanan terlihat masukan ke dalam truk.

Mendapat informasi, pemilik bergegas pulang ke lokasi tempat usahanya, dan keduanya bertemu hingga terlibat pertengkaran adu mulut. Mengetahui barang dagangan milik panglong dinaikan ke atas bak truk, konsumen secara beramai – ramai mendatangi lokasi panglong memprotes tindakan sita sepihak.

Dikarenakan bahan bangunan yang mereka beli secara cash turut serta diangkut ke dalam bak truk.

Sementara petugas kepolisian dari Sektor Indrapura, Polres Batu Bara mendapatkan informasi langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.

"(Barang-barang disini diambil) iya untuk membayar utang, bukan untuk apa-apa, untuk bayar utang," ujar istri kedua.

Baca Juga:  Cegah Bentrok Ormas Meluas, Polisi Sekat Pintu Masuk Sukabumi

Sementara Putri, istri ketiga mengatakan, diambili barang-barangnya. Padahal, itu bukan barang-barang dia. "Itu bukan barang-barang dia, itu aset aset saya semua," tuturnya.

Polisi bersama dengan Pemerintah Desa Tanah Tinggi berhasil memediasi persoalan kedua istri muda pengusaha panglong penjual bahan bangunan tersebut. Bahan bangunan barang dagangan yang rencananya akan disita oleh istri kedua disepakati untuk dikembalikan kepada istri ketiga.

Sehingga para konsumen yang telah membeli bahan bangunan secara cash dapat memperoleh barangnya dengan cara menunjukan bukti bon belanja.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini