Diplomat Iran Diadili Terkait Rencana Serangan Bom di Prancis

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 27 November 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 18 2317409 diplomat-iran-diadili-terkait-rencana-serangan-bom-di-prancis-7QAoWcYrKf.jpg Foto: Reuters.

BRUSSELS - Seorang diplomat Iran dan pasangan Belgia diadili di Belgia pada Jumat (27/11/2020) sehubungan dengan dugaan rencana pengeboman demonstrasi yang diadakan oleh kelompok oposisi Iran di Prancis.

Menurut keterangan kepolisian Belgia, pada 28 Juni 2018, dua warga negara Belgia asal Iran, sepasang suami istri yang diidentifikasi sebagai Amir S dan Nasimeh N, berkendara dari Kota Antwerpen di Belgia ke Luksemburg, dalam apa yang tampak seperti perjalanan liburan.

BACA JUGA: Diduga Rancang Pengeboman, 6 Orang Termasuk Diplomat Iran Ditangkap di Eropa

Di sebuah restoran Pizza Hut Kota Luksemburg, mereka dilaporkan telah bertemu dengan seorang pria Iran berusia akhir 40-an yang diduga memberi mereka paket kecil. Setelah itu, mereka meninggalkan kota.

Apa yang tidak disadari oleh pasangan itu adalah bahwa setiap gerakan mereka diawasi oleh badan-badan intelijen Eropa.

Pria yang ditemui pasangan itu di dalam Pizza Hut adalah Assadollah Assadi, seorang diplomat Iran yang bertugas sebagai penasihat ketiga di kedutaan Iran di Wina, Austria.

Polisi Belgia mengatakan dia menyerahkan paket yang berisi setengah kilogram bahan peledak TATP dan sebuah detonator. Dia diduga ingin pasangan itu mengebom pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) di Villepinte, dekat Paris, Prancis pada 30 Juni 2018.

BACA JUGA: Prancis Sebut Iran Bisa Punya Bom Nuklir dalam Waktu Singkat

NCRI adalah sayap politik Mujahidin-e Khalq (MEK), kelompok oposisi Iran yang diasingkan yang mendukung penggulingan Republik Islam dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Iran.

Dugaan rencana serangan bom acara unjuk rasa itu digagalkan ketika polisi di tiga negara Eropa melakukan serangkaian penangkapan dalam operasi serentak dua hari setelah pertemuan di Pizza Hut tersebut.

Amir S dan Nasimeh N ditangkap di Brussel saat mengemudi ke Prancis; Polisi Jerman menangkap Assadi di Bavaria saat dia kembali ke Austria; dan polisi Prancis menangkap seorang pria Iran di Paris, yang dituduh sebagai kaki tangan.

Keempat tersangka tersebut dituduh melakukan percobaan pembunuhan teroris dan mempersiapkan aksi terorisme.

Jaksa Belgia mengatakan bahan peledak dan detonator ditemukan tersembunyi di dalam tas tangan Nasimeh N. Mereka yakin target yang dimaksud adalah para pemimpin MEK dan tamu-tamu terkenal di rapat umum tersebut.

Prancis menuduh kementerian intelijen Iran berada di balik dugaan rencana serangan tersebut, sementara Teheran menuding penangkapan itu adalah "taktik palsu" oleh NCRI untuk membuat perpecahan antara Iran dan negara-negara Eropa.

Jaksa Belgia mengatakan Amir S direkrut oleh intelijen Iran pada 2012 dan dia bertemu Assadi beberapa kali di Jerman dan Austria. Dia diduga dibayar oleh Iran.

Sementara seorang mantan agen intelijen Prancis, Cluade Monique mengatakan bahwa Assadi adalah kepala intelijen Iran di Eropa dan dia ditugaskan untuk memantau kelompok oposisi Iran di sana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini