Langgar UU Covid-19, Polisi Bubarkan Pesta 200 Mahasiswa

Susi Susanti, Koran SI · Senin 30 November 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318620 langgar-uu-covid-19-polisi-bubarkan-pesta-200-mahasiswa-AyKGzyFLJz.jpg Foto: Snapchat

INGGRIS - Polisi membubarkan pesta 200 mahasiswa di asrama Universitas Nottingham, Inggris pada Sabtu (28/11) larut malam.

Polisi mengatakan para mahasiswa ini telah melanggar undang-undang Covid-19 karena berkerumun atau berpesta di tengah pandemi Covid-19. Rekaman mengejutkan menunjukkan kerumunan besar para mahasiswa yang berjoget mengikuti musik hingga tumpah di depan aula kampus.

Selain kerumunan besar yang ada di luar, banyak juga pesta kecil yang ada di dalam.

Polisi Nottinghamshire mengatakan petugas tidak dapat menangkap siapa pun karena ketika mereka tiba, pesta sudah bubar.

“Petugas dipanggil ke flat di Pilcher Gate, Nottingham, sesaat sebelum pukul 22:30 tadi malam dan mengeluarkan pemberitahuan hukuman tetap sebesar 200 poundsterling (Rp3,7 juta) kepada 21 orang yang ditemukan di dalam,” ujarnya, dikutip Daily Mail.

(Baca juga: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Senapan Mesin yang Dikendalikan dari Jarak 150 Meter)

Investigasi pun sedang dilakukan. Petugas dipanggil ke Pengadilan St Peter di Radford, Nottingham, pada Sabtu malam untuk memberikan penjelasan. Polisi juga akan mencari identitas penyelenggara yang harus bertanggung jawab atas pesta tersebut.

“Investigasi juga sedang berlangsung setelah petugas membubarkan pertemuan sekitar 200 anak muda di halaman luar ruangan di asrama mahasiswa di St Peter's Street, Nottingham,” terang pernyataan petugas.

Di hari yang sama, petugas juga menangani beberapa kerumuman dan pertemuan ilegal lainnya. Paa pelanggar ini langsung dikenakan denda.

“Pesta besar lainnya dibubarkan tak lama setelah tengah malam di sebuah alamat di Corporation Oaks, St Ann’s dan penyelenggara diminta hadir di pengadilan di kemudian hari,” lanjutnya.

Di tempat lain, polisi juga menghukum pihak yang menyelenggarakan pesta di di lapangan di Gonalston, dekat Lowdham, tak lama setelah jam 21.00 malam waktu setempat. Pihak penyelenggara dikenakan denda sebesar 200 poundsterling (Rp3,7 juta).

Polisi pun masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyelenggara pesta dan pengemudi yang menabrak mobil polisi saat mereka melarikan diri dari tempat kejadian.

Sementara itu, Detektif Inspektur Andrew Gowan mengatakan pihaknya akan terus menghukum orang karena berkumpul dan bersenang-senang.

“Pembatasan nasional saat ini diberlakukan untuk melindungi masyarakat yang lebih luas dari bahaya dan kami akan terus menegakkannya selama yang kami butuhkan,” terangnya.

“Meskipun menggembirakan jika sebagian besar orang memahami dengan jelas dan mematuhi pembatasan saat ini, sangat mengecewakan begitu banyak orang membutuhkan pengingat yang begitu mahal bahwa peraturan tersebut berlaku sama untuk semua orang,” tambahnya.

“Kami memahami bahwa ini adalah masa yang sulit, tetapi sebenarnya tidak ada alasan untuk perilaku seperti ini di mana orang secara terang-terangan mengabaikan pembatasan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Minggu depan, pemerintah akan menguji para pelajar di seluruh Inggris sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengizinkan mereka pulang antara tangga 3 dan 9 Desember.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini