Kisah 'Mimpi Menjadi Nyata' Kaum Disabilitas Pasca-Gempa Bumi NTB

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 05:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 340 2319192 kisah-mimpi-menjadi-nyata-kaum-disabilitas-pasca-gempa-bumi-ntb-qhtgdOJaUo.jpg Foto: Okezone/Putera-Istimewa

JAKARTA - Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Nusa Tenggara Barat (PPDI NTB), kini bisa merasakan hidup bahagia pasca-terjadinya gempa bumi di provinsi tersebut pada 2018 lalu. Pasalnya, kantor organisasi itu yang sempat roboh akibat bencana alam itu kini sudah direnovasi dengan kondisi yang sangat layak.

Ketua PPDI NTB Asim Barnas menyatakan hal itu seperti ungkapan pepatah 'mimpi menjadi nyata'. Menurutnya, bangunan seluas 63 meter persegi yang diresmikan sebagai kantor itu sangat bermanfaat untuk menjalankan tugasnya yakni memberdayakan dan memperjuaghkan nasib kaum disabilitas di NTB.

"Saya sepeti mimpi bisa begini kenyataannya. Teman-teman luar biasa senangnya dan juga gedung ini dibangun langsung oleh Pak Kapolda (Irjen Mohammad Iqbal). Kami tinggal terima pakai serta isinya. Otomatis teman-teman semua bahagia, senang, bangga dengan memiliki gedung sendiri," kata Asim kepada dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (01/11/2020).

 Pengungsian gempa NTB

Ia pun menceritakan, bahwa saat bertemu dengan Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal, PPDI NTB sebelumnya hanya berkantor di lahan seluas hanya 6 meter persegi.

"Sekarang (luas kantor) 7 x 9. Ya ada ruang untuk meeting, bersih lagi. Saya tidak begitu mengerti hatinya Pak Kapolda. Mengapa beliau tertarik dengan kami atau bagaimana. Asal muasalnya Bapak Kapolda datang ke tempat kita, DPD (Dewan Pengurus Daerah) kita minjam gedung Dinas Sosial. Singkat cerita kita tak memiliki gedung," cerita Asim.

Kantor seadanya kala itu, kata Asim ikut menjadi korban akibat kuatnya gempa bumi di NTB. Pengurus PPDI khususnya kaum disabilitas pun agak kesulitan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya.

"Karena waktu gempa kemarin roboh, jadi beliau entah bagaimana, kami tak tahu isi hati beliau. Tiba tiba beliau datang bawa utusannya dari kepolisan, diminta foto foto runtuhannya masih ada. Akhirnya perintahkan siapa gitu untuk bangun gedung. Jadi kita tidak pernah minta sebenarnya," ujar Asim.

Diakui Asim, awalnya ragu akan niat Irjen Mohammad Iqbal. Asim menilai urusan kaum disabilitas bukanlah tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan dinas sosial.

"Sebelumnya kami tidak tahu sebenarnya. Sebagai aparat penegak hukum, beliau ramah tapi saya beranggapan 'Ini kan bukan tugas polisi'. Jadi ya nggak percaya aja tadinya, ya sudah deh," ucap Asim.

Asim kemudian menerangkan awalnya dia dan kawan-kawannya memang kagum dengan sosok Irjen Mohammad Iqbal lantaran tak canggung berinteraksi dengan kaum disabilitas. Bagi PPDI NTB, bertemu pejabat tinggi sekelas provinsi saja suatu hal yang sulit, apalagi bisa berbagi cerita dan bertukar pikiran.

"Kan kita disabilitas itu, mohon maaf, kita marginal, kita mohon maaf. Jangankan dipeluk, dihampiri saja susah," katanya.

Dia berharap kaum disabilitas di provinsi lainnya mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang dia dan kawan-kawannya rasakan saat ini. Menurut Asim, baru PPDI NTB yang memiliki gedung pengurus lengkap dengan peralatan kerja.

"Mendapat perlakuan yang sama kantor sendiri. Soalnya baru NTB yang punya gedung sendiri lengkap dengan peralatannya," ujarnya.

Kantor PPDI NTB terletak Dusun Perempung, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Gedung PPDI NTB diresmikan langsung oleh Irjen Mohammad Iqbal dan disaksikan Kepala Dinas Sosial NTB serta Komisaris Relawan Gempa pada hari ini.

Dalam sambutannya, Irjen Mohammad Iqbal mengatakan kehadiran polisi sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

"Terlebih lagi Polri Harus mengoptimalkan pelayanan dan pengayoman kepada saudara kita yang tergabung dalam Penyandang Disabilitas Indonesia. InsyaAllah dengan niat yang tulus, PPDI akan menempati kantor DPD ini dan saya berharap agar kedepan dapat membawa berkah bagi saudara kita penyandang disabilitas di Provinsi NTB," ujar Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini