Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Adzan Hayya Alal Jihad, Habib Syech: Jangan Terprovokasi dan Jangan Diikuti!

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2020 |15:25 WIB
Viral Adzan <i>Hayya Alal Jihad</i>, Habib Syech: Jangan Terprovokasi dan Jangan Diikuti!
source: Instagram
A
A
A

SURAKARTA - Pimpinan Majelis Ahbabul Musthofa Surakarta, Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf angkat bicara terkait kasus penggantian lafadz adzan menjadi ‘Hayya Alal Jihad’ yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Heboh Ajakan Jihad Lewat Adzan, Pelaku: Kami Mohon Maaf dari Lubuk Hati yang Paling Dalam)

Dalam video itu, sekelompok pemuda dari Majalengka melafalkan adzan ‘Hayya Ala Sholah’ menjadi ‘Hayya Alal Jihad’ sambil memegang senjata tajam. Seruan jihad tersebut mendapat kecaman sejumlah pihak dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Habib Syech meminta masyarakat tidak terprovokasi atas video yang beredar luas di masyarakat tersebut.

“Saya mohon semua jamaah dan semua kaum muslim tidak terprovokasi. Biarkan saja. Kita tidak usah ikut campur dan ngurusi. Itu tidak benar (lafadz azan ‘Hayya Alal Jihad’),” ujarnya saat mengisi ceramah di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

“Itu keliru. Itu salah. Jadi jangan diikuti dan jangan terprovokasi. Hayya Alal Jihad itu salah,” tandasnya.

Aksi sejumlah pemuda di Majalengka, Jawa Barat yang mengumandangkan adzan sambil menyerukan jihad menjadi viral di media sosial. Video tersebut menjadi kecaman sejumlah pihak. Ketujuhnya telah menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis di atas materai enam ribu. Dan mengakui jika perbuatannya itu telah menimbulkan kegaduhaan di tengah masyarakat.

(Meilila Syavira)

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement