24 Tenaga Medis dari Jakarta Dikirim ke RSHS Bandung

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 04 Desember 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 525 2321647 24-tenaga-medis-dari-jakarta-dikirim-ke-rshs-bandung-kOYk0KmPOD.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BANDUNG - Sebanyak 24 tenaga medis terdiri atas dokter dan perawat dari Jakarta dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Informasi yang dihimpun, tenaga medis tersebut akan tiba secara bertahap.

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman mengakui, pihaknya akan mendapatkan bantuan 24 orang tenaga medis dari pemerintah pusat. Mereka akan diperbantukan di RSHS, mengingat semakin tingginya kasus Covid-19 di kawasan ini.

"Ada total 24 lebih tenaga yang akan dikirim, yaitu dokter dan perawat untuk RSHS. Sudah datang delapan orang, empat orang baru saja datang, jadi total sudah 12 tenaga medis," kata dia.

Baca juga:

Dokter Teman Gowes Ganjar Dirawat karena Covid-19, Sampaikan Pesan Menyentuh

Unggah Kondisi Pasien Covid-19, Ganjar Ajak Warganet Donor Plasma Darah

Klaster Keluarga Sebabkan Bandung Zona Merah, Ini Permintaan Wali Kota

Menurut Kamaruzzaman, bantuan tenaga medis dari pusat, sebagai langkah antisipasi naiknya pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSHS. Apalagi, RSHS adalah pusat rujukan semua RS di Jabar. Apabila semua RS di Jabar penuh, maka sudah dapat dipastikan pasien akan dirujuk ke RSHS.

RSHS, kata dia, telah mengusulkan kepada Pemprov Jabar untuk membuka gedung 2 BPSDM. Karena kondisi gedung 1, nyaris penuh. Gedung Kemuning 4 dan 5 di RSHS juga akan dijadikan ruang perawatan khusus Covid-19. Sebelumnya hanya sebagai ruang transit.

Ruang Kemuning, kata dia, setiap lantainya memilki kapasitas 40 tempat tidur. Sehingga akan ada penambahan 80 tempat tidur. Sehingga total tempat khusus Covid sekitar 179 ruangan.

Kendati begitu, untuk melakukan penambahan ruangan, tidak serta merta bisa diakukan. Karena penambahan ruang harus diisi dengan SDM. Sehingga dibutuhkan SDM yang memilki kemampuan standar menangani pasien Covid-19.

"Pasien kita kan berat dan menengah, serta comorbit, sehingga butuh pelayanan secara kompleks," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini