Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatkan Krisis, Badan PBB Prediksi 2021 Akan Jadi Bencana Besar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 06 Desember 2020 |06:01 WIB
Peringatkan Krisis, Badan PBB Prediksi 2021 Akan Jadi Bencana Besar
Pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari konflik di Tigray, di kamp pengungsian Um Rakuba di perbatasan Sudan-Ethiopia. (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Kepala Program Pangan Dunia (WFP) meramalkan masa-masa buruk dalam beberapa bulan mendatang, dan terjadinya krisis kemanusiaan “parah” pada 2021, yang kemungkinan menjadi tahun terburuk sepanjang abad ini.

Peringatan itu disampaikan David Beasley pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (4/12/2020), yang diadakan untuk membahas pandemi virus corona dan upaya di seluruh dunia untuk menghadapi dampaknya.

BACA JUGA: Sekjen PBB Kecam Negara Penolak Fakta Covid-19 dan Pedoman WHO

Beasley memperingatkan bahwa sekitar 270 juta orang sekarang "berbaris menuju kelaparan" dan bahwa, di beberapa negara, kelaparan "sudah dekat."

“Tahun 2021 benar-benar akan menjadi bencana besar, berdasarkan apa yang kami lihat pada tahap ini,” kata Beasley sebagaimana dilansir RT.

Dia menambahkan bahwa dunia telah menghabiskan USD19 triliun di tahun ini untuk menghadapi Covid-19, yang tidak akan tersedia lagi pada 2021, meski ekonomi sudah mulai bergerak.

BACA JUGA: WFP Distribusikan Makanan kepada Ribuan Warga di Zona Perang Yaman

“Kita sekarang benar-benar melihat 2021 sebagai tahun krisis kemanusiaan terburuk sejak awal Persatuan Bangsa-Bangsa, dan kita harus meningkatkan (upaya),” ujarnya.

Beasley mengatakan sementara kebijakan penguncian yang diberlakukan negara mendorong tren yang mengganggu untuk pemulihan pasca pandemi, konflik buatan manusia, seperti perang di Suriah, Yaman, dan Sudan Selatan juga berpengaruh pada krisis yang mungkin terjadi di 2021.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement